Ribuan Warga Malaysia Berbondong-bondong ke Singapura Sebelum Lockdown

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan berbaris untuk memasuki Singapura dari Johor di Woodlands Causeway, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan berbaris untuk memasuki Singapura dari Johor di Woodlands Causeway, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

Kepadatan orang dan kendaraan terjadi di Johor Baru, perlintasan antara Malaysia dan Singapura. Ribuan warga Malaysia berbondong-bondong meninggalkan negara mereka menuju Singapura, menjelang lockdown karena virus corona.

AsiaOne menyebutkan kondisi ini masih terlihat sejam jelang tengah malam, Selasa (17/3). Tepat pada Rabu (18/3), Malaysia menutup seluruh perbatasan mereka termasuk ke Singapura. Kendaraan dan orang-orang antre di pintu imigrasi Johor, macet total.

Warga meninggalkan Woodlands Causeway menyeberang ke Singapura dari Johor, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

Beberapa orang terlihat membawa koper-koper besar. Kepadatan kendaraan terlihat hingga tujuh kilometer di tempat tersebut. Reuters memberitakan, mereka adalah warga Malaysia yang bekerja di Singapura.

Ada sekitar 300 ribu warga Malaysia yang kerja di Singapura. Ribuan dari mereka khawatir tak bisa masuk Singapura setelah lockdown diterapkan hingga 31 Maret mendatang. Artinya, mereka tidak bisa bekerja dan tak mendapatkan uang.

Warga meninggalkan Woodlands Causeway menyeberang ke Singapura dari Johor, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

Warga Malaysia ini akan tinggal di tempat kerabatnya di Singapura atau menyewa asrama murah. Salah satunya adalah warga Malaysia, Lau Tong Lin, 21, yang mengaku akan menginap di rumah sepupunya di Singapura.

Dia takut tak berpenghasilan jika tak bekerja. "Jika saya tidak masuk kerja, maka saya akan dihitung cuti tak berbayar," kata dia.

Kendaraan berbaris untuk memasuki Singapura dari Johor di Woodlands Causeway, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

Pemerintah Singapura telah mensubsidi perusahaan-perusahaan untuk mengakomodasi karyawan warga Malaysia.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura akan memberikan subsidi penginapan hingga 50 dolar Singapura (Rp 530 ribu) per karyawan per malam selama 14 malam. Singapura harus bertindak, pasalnya banyak perusahaan mengandalkan pekerja asing dari Malaysia.

Warga meninggalkan Woodlands Causeway menyeberang ke Singapura dari Johor, sebelum Malaysia lockdown. Foto: REUTERS / Edgar Su

Walau lockdown, Malaysia memastikan masih akan tetap mengekspor makanan dan barang-barang lainnya ke Singapura. Sejauh ini sudah ada 266 penderita virus corona di Singapura, 114 telah sembuh.

Sementara di Malaysia ada 673 penderita virus corona, dua orang meninggal dunia.