Ribut Gara-Gara Kompor Gas, Pria di Sumut Pukul Kakaknya hingga Tewas
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang pria bernama Marganti Siregar (45) tewas dipukul menggunakan gagang kapak oleh adiknya, Elipitua Siregar (25), di Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara, Sabtu (15/10). Peristiwa diawali cekcok mengenai kompor gas LPG.
Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku Elipitua sedang duduk di depan rumahnya di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara. Tiba-tiba korban datang dengan mengendarai motor.
"Setelah berdekatan, lalu korban menanyakan 'kenapa kamu ambil barang dari rumahku'. Lalu pelaku menjawab 'itu barang mamakku'. Barang yang dimaksud dalam pertengkaran tersebut adalah kompor gas LPG," ujar Walpon dalam keterangannya, Minggu (16/10).
Akibat cekcok ini, korban mengajak pelaku berkelahi. Dia lalu mendorong pelaku dengan kedua tangannya.
"Saat itu pelaku tidak melawan karena merasa bahwa korban adalah abang kandungnya," kata Walpon.
Namun perlakuan korban sudah melampaui batas. Korban hendak mengambil parang untuk menganiaya pelaku.
"Lalu pelaku emosi dan mengambil gagang kapak yang ada pada saat itu di tempat kejadian dan memukul kepala korban dari belakang. Akibat pukulan pelaku, terhadap kepala korban, lalu korban terjatuh ke tanah dengan posisi telungkup,"ujar Walpon
Pelaku selanjutnya memukul kepala korban, hingga dua kali lagi. Akhirnya korban tewas berlumuran darah.
Melihat sang kakak tewas, pelaku lantas menyerahkan diri ke polisi.
"Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tapanuli Utara untuk proses penyidikan selanjutnya," ujar Walpon.
Menurut Walpon berdasarkan informasi warga, korban kerap berbuat onar di keluarganya. Korban awalnya tinggal bersama ibunya. Namun sang ibu tidak tahan dengan perlakuan korban lalu meninggalkannya, dan memilih tinggal bersama pelaku.
"Karena perlakuan korban, lalu ibunya mengungsi untuk tinggal di rumah anak ke-3 nya di Kecamatan Muara, karena tidak sanggup tinggal bersama dengan anak sulungnya itu di rumahnya," ujar Walpon
