Richard Eliezer Sempat Minta untuk Sujud di Hadapan Keluarga Yosua

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yoshua, Richard Eliezer Pudihang Lumiu (kedua kiri) meminta maaf kepada orang tua korban Samuel Hutabarat (kanan) dan Rosti Simanjuntak (kedua kanan) sebelum mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yoshua, Richard Eliezer Pudihang Lumiu (kedua kiri) meminta maaf kepada orang tua korban Samuel Hutabarat (kanan) dan Rosti Simanjuntak (kedua kanan) sebelum mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ingin secara langsung meminta maaf di hadapan keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer merupakan eksekutor penembakan Yosua atas perintah dari Ferdy Sambo.

Permintaan itu disampaikan Eliezer melalui kepada majelis hakim. Hakim pun kemudian menyampaikan permintaan itu kepada keluarga Yosua.

"Ini ada permohonan dari penasihat hukum terdakwa apakah sekiranya berkenan Saudara [Ayah dan Ibu Yosua] menerima permohonan maaf yang diajukan Bharada Eliezer di persidangan ini. Walaupun itu tidak akan menghentikan persidangan ini," tanya hakim kepada keluarga Yosua yang jadi saksi dalam persidangan, Selasa (25/10).

Permintaan maaf Eliezer itu diterima ayah Yosua, Samuel Hutabarat. Namun ia menegaskan bahwa itu tak berarti menggugurkan proses hukum.

"Apa yang telah diperbuat oleh Eliezer, Bharada E sudah diakuinya secara terbuka tentu kita selaku umat Tuhan harus mengikuti ajarannya. Tapi dalam hal ini, tidak mau mendahului proses hukum. Biarlah proses hukum berjalan sesuai dengan yang ada," kata ayah Yosua.

Lalu, hakim kembali menyampaikan permintaan Eliezer. Bahkan Eliezer sempat ingin sujud langsung di depan orang tua Yosua.

"Apakah keberatan Saudara kalau terdakwa melakukan sujud di depan Saudara saat ini. Cuma itu saja," tanya hakim.

"Kalau memang keberatan tidak akan kami lakukan," imbuh hakim.

Hingga proses sidang selesai, keinginan Eliezer bersimpuh di hadapan keluarga Yosua tak terjadi. Eliezer hanya mendapat pesan dan petuah dari keluarga Yosua agar berkata jujur di persidangan.

"Jadi mulai sekarang saya minta kejujuran dari kamu tentang ibu PC, Pak Sambo, apa yang dilakukan itu yang diharapkan pada saat ini. Jujur kami biar kami lega, begitu juga almarhumnya begitu juga sakit hati kami," kata keluarga Yosua, Roslin.

"Tembakan pada anak kami tembus ke dada, kejujuranmu itu adalah untuk menolong kamu cuma itu yang saya minta kejujuranmu," sambung dia.

Pengacara Bharada Richard Eliezer, Ronny Talapessy di Bareskrim Polri, Selasa (4/10/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Kuasa hukum Eliezer, Ronny Talapessy, menyebut niat bersimpuh di hadapan keluarga Yosua itu adalah keinginan Eliezer sendiri.

"Iya keinginan sendiri," kata Ronny kepada wartawan usai persidangan.

Ronny menyampaikan bahwa dulu usai kliennya sudah mengaku soal adanya tembak menembak kemudian diralat jadi tak ada tembak menembak, Eliezer telah menulis surat permohonan maaf. Permintaan maaf juga hendak disampaikan oleh Eliezer langsung di hadapan keluarga Yosua.

"Kemudian kemarin dia bacakan permohonan maaf dan hari ini secara spontan sebelum sidang dia sudah samperin," ungkap Ronny.

"Ini anak masih muda umur 24, bebannya sangat berat untuk Richard. Kami mengetahui keluarga tentu mengalami beban yang sangat berat, tapi dalam hal ini adek kami ini mengalami beban yang sangat berat juga karena untuk seumur dia 24 tahun belum siap," terang dia.

Upaya-upaya permintaan maaf yang dilakukan Eliezer pun itu disebut sebagai bukti Eliezer mengakui kesalahannya. Dia disebut siap menerima segala putusan dari majelis hakim dalam persidangan.

"Tapi yang perlu kita sampaikan bahwa permintaan maaf secara tulus oleh RE [Richard Eliezer] dia sudah sampaikan secara langsung," kata Ronny.

"Jika teman-teman mengikuti kemarin waktu dia menulis surat, kemudian di agenda dakwaan dia membaca di depan teman-teman media secara terbuka dan hari ini adalah kesempatan yang teman-teman kita ini cukup sedih ya. Kami terbawa dengan suasana persidangan, tentunya semuanya sedih, siapa yang mau menyangka ini benar terjadi gitu," pungkas Ronny.