Richard Gere: Trump Menggabungkan Kata Pengungsi dan Teroris Jadi Satu

Richard Gere (67) menambah daftar panjang selebritis yang menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kali ini dia menyebut Trump sebagai sosok yang telah meracuni pikiran warga AS soal pengungsi adalah teroris.
Di sela-sela acara jumpa pers tentang film terbarunya 'The Dinner' di Festival Film Internasional Berlin, Gere menyebut Trump telah menggabungkan makna dari dua kata 'pengungsi' dan 'teroris' di pikiran rakyat AS. Padahal itu adalah dua makna yang berbeda.
Hal yang paling mengerikan terkait apa yang sudah dilakukan Trump adalah menggabungkan dua kata: pengungsi dan teroris
Bagi Gere, itu adalah pencapaian Trump sejauh ini. Dengan nada sinis dia menegaskan, Trump berhasil memunculkan rasa takut di benak warga AS terhadap para pengungsi, terutama dari negara muslim.
"Kata pengungsi biasanya digunakan untuk sosok yang kita berikan empati. Seseorang yang bisa kita bantu. Sekarang kita takut terhadap mereka dan ini kejahatan terbesar," paparnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/2).

Sebelumnya, Gere juga sudah pernah menyatakan dukungannya terhadap aksi turun ke jalan untuk memprotes kebijakan Trump. "Itu adalah demonstrasi yang positif dan bisa menyatukan rakyat AS," ucapnya.
