Richard Jelaskan Bagi Tugas 2 Wamenhan: Strategi-Doktrin dan Industri-Logistik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenhan Richard Tampubolon usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Wamenhan Richard Tampubolon usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Wakil Menteri Pertahanan Richard Tampubolon menjelaskan pembagian tugas antara dirinya dengan Wamenhan Yusuf Jauhari usai dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Richard mengatakan dirinya bertugas sebagai Wamenhan I yang membidangi strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan pertahanan. Sementara Yusuf sebagai Wamenhan II fokus pada industri dan logistik pertahanan.

"Ya pembagiannnya sudah ada, job description ya. kebetulan kami sebagai wamenhan 1, beliau wamenhan 2 (Marsekal TNI Yusuf Jauhari)," kata Richard di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).

"Intinya kalau di Wamenhan satu itu bagaimana strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan," lanjutnya.

Sementara Yusuf, kata Richard, akan menangani sektor industri dan logistik pertahanan.

"Beliau industri dan logistik pertahanan. tapi ini tetap berkolaborasi, kita bekerja sama membantu tugas2 bapak Menteri Pertahanan," ujarnya.

Pembagian tersebut juga tercantum dalam penugasan keduanya. Richard mendapat bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan, sedangkan Yusuf membidangi Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Keduanya dilantik berdasarkan Keppres Nomor 42/M Tahun 2026.

Saat ditanya mengenai pembidangan dua Wamenhan, Richard menegaskan pembagian dilakukan karena saat ini terdapat dua orang Wakil Menteri Pertahanan.

"Ya dibagi 2 ya, karna ada 2 wamen. jadi ada strategi, doktrin, … kekuatan, beliau industri dan logistik pertahanan. itu pembagian tugasnya," kata Richard.

Richard juga ditanya apakah pembangunan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) akan diikuti dengan pembaruan doktrin pertahanan.

Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut akan mengacu pada analisis serta perkembangan situasi geopolitik.

"Jadi semuanya tentunya berdasarkan analisa, berdasarkan perkembangan situasi geopolitik yang adaptif," tandas dia.