Ricuh Demo Tolak Militer di Papua: Polisi yang Terluka Sudah Pulang dari RS

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti Militerisme (FMRPAM), Selasa (2/4/2024). Foto: Dok kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Demo oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti Militerisme (FMRPAM), Selasa (2/4/2024). Foto: Dok kumparan

Tiga polisi Polresta Jayapura Kota, Papua, yang terluka dalam kericuhan demo pada Selasa (2/4), kondisinya pada Rabu ini (3/4) telah membaik.

"Dua personel luka lecet kena lemparan batu, satu personel kena hidung hingga dibawa ke rumah sakit," kata Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, Kompol M.B.Y Hanafi, Rabu (3/4).

Yang dibawa ke RS itu kini telah pulang, hanya dirawat jalan.

Demo Itu

Demo FMRPAM, Selasa (2/4/2024). Foto: Dok kumparan

Demo tersebut dilakukan sekelompok orang yang menamai diri Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Anti Militerisme (FMRPAM). Digelar di beberapa titik di Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa siang (2/4), sempat ricuh.

Awalnya demo digelar di pertigaan lampu merah Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura. Aksi ini berujung diamankannya 64 demonstran, namun kembali dipulangkan Polres Jayapura.

Tembakan Peringatan & Gas Air Mata

Saat demo dibubarkan. Dok: Ist

Selanjutnya, aksi demo digelar di Perumnas III Waena dan pertigaan Kampus USTJ Padang Bulan, Kota Jayapura.

Pada dua titik ini, aparat keamanan melakukan pembubaran paksa menggunakan gas air mata dan tembakan peringatan.

Video pembubaran massa di Perumnas III sempat viral di media sosial.

Hanafi menjelaskan pembubaran dilakukan karena massa memaksa berjalan ke DPR Provinsi Papua.

Diungkapkan, kericuhan terjadi ketika sebagian massa melakukan pelemparan batu ke arah petugas.

"Sesuai SOP, kami ambil tindakan tegas dan terukur dengan membubarkan massa aksi menggunakan flashball atau gas air mata," kata Hanafi.

Warga Terluka

Polisi usai membubarkan demo FMRPAM, Selasa (2/4/2024). Foto: Dok kumparan

Dalam kericuhan, seorang warga terluka akibat berdesakan saat dibubarkan.

"Kami pihak Kepolisian memohon maaf atas kejadian tersebut, namun semua yang terjadinya tentunya tidak akan ada asap bila tak ada api," ujar Hanafi.

Polisi menduga aksi tersebut disusupi orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Demo FMRPAM, Selasa (2/4/2024). Foto: Dok kumparan

Aksi serupa juga berlangsung damai di depan gapura Kampus Uncen, Abepura.

Massa berorasi cukup lama hingga penyerahan pernyataan sikap oleh koordinator massa aksi kepada Ketua Tim Pemantau Aktivitas HAM dan Penyuluhan Komnas HAM RI Perwakilan Papua Melchior S. Weruin dan Anggota Komisi I DPRP Papua Jhon Nassion Gobay.

Demo tersebut dipicu oleh video viral penyiksaan warga Papua dalam drum oleh oknum TNI di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Diketahui, TNI telah memeriksa terduga pelaku dan menetapkan serta memproses hukum 13 orang tersangka penyiksaan warga Papua tersebut.