Ridwan Kamil Akan Sekat Jalur Masuk Bandung Raya saat Weekend

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana penyekatan di Pos Penyekatan Cimanggung, Jl. Bandung-Garut. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana penyekatan di Pos Penyekatan Cimanggung, Jl. Bandung-Garut. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan petugas kepolisian dan instansi terkait bakal mendirikan posko penyekatan sebagai tindak lanjut larangan memasuki kawasan Bandung Raya sepekan ke depan saat weekend.

Nantinya, di posko penyekatan bakal dipilah-pilah warga yang dapat masuk ke Bandung Raya dan tidak.

"Sudah, Polda sudah menyiapkan untuk weekend ini penyekatan untuk memastikan tidak banyak orang yang datang ke Bandung Raya yang kegiatannya tersier, bukan primer atau sekunder yang penting," kata dia di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Kota Bandung, Rabu (16/6).

Gubernur yang akrab disapa Emil itu tak menjelaskan secara rinci teknis dan jumlah posko penyekatan yang didirikan di perbatasan Bandung Raya. Dia juga belum mendetailkan daerah mana saja yang akan disekat.

Ada dua wilayah di Bandung Raya yang masuk ke dalam zona merah sebaran corona, yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan soal 32 ASN di Gedung Sate positif COVID-19. Foto: Pemprov Jabar

"Pak Kapolda lebih berwenang (menyampaikan teknis), saya hanya mengarahkan arahannya saja, teknisnya ada di Pak Kapolda," ucap dia.

Bandung Raya Siaga Satu

Polisi razia penerapan PPKM di Gerbang Tol Seroja, Bandung. Foto: Dok. Istimewa

Emil pun kembali mengingatkan agar jangan datang ke Bandung Raya dalam sepekan ke depan. Sebab, situasi sedang siaga satu yang ditandai dengan lonjakan kasus dan keterisian rumah ruangan isolasi mencapai angka 80 persen.

Bila memaksa masuk, dikhawatirkan akan membuat situasi semakin tak terkendali.

"Kalau ada keteledoran tak taat prokes dan ngotot datang nanti membuat situasi lebih tidak terkendali. Nanti kita evaluasi per 7 hari melalui sebuah hasil yang terukur apakah akan pelonggaran atau sebagainya termasuk work from home itu juga sebagai bagian pengendalian dari situasi keterkendalian ini," ungkap Emil.

****

Saksikan video menarik di bawah ini: