Ridwan Kamil Akui Ekonomi Bakal Terkena Imbas dari Penerapan PPKM

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengakui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan berimbas pada sektor ekonomi.
Dia menilai dampak tersebut tidak dapat dipungkiri, karena kesehatan dan ekonomi tak akan pernah berjalan beriringan.
"Bahwa akan ada dampak? Pasti. Jadi jangan pernah berteori bahwa penanganan COVID-19 ini bakal sejalan seirama kesehatan dan ekonomi dua-duanya menang, saya kira tidak ada teori itu. Mau menang ekonomi, maka korban kesehatan," ungkap pria yang akrab disapa Emil dalam diskusi di MNC Trijaya, Sabtu (9/1).
Emil pun menilai kebijakan yang dipilih oleh pemerintah bakal menuai komplain dari masyarakat.
Meski demikian, Emil menekankan, masyarakat tak perlu khawatir dengan diterapkannya PPKM karena tak akan jauh berbeda dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"PPKM ini sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir, sama seperti yang kita lakukan di PSBB, bedanya hanya satu yaitu kegiatan sosial budaya dan fasilitas umum itu tidak boleh beroperasi dan berkegiatan, itu aja," ucap dia.
Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Jabar yang bakal menerapkan PPKM.
Di antaranya adalah Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Cirebon, Garut, Karawang, Kuningan, Ciamis, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Majalengka, Bekasi, Subang, Bogor, Kota Depok, Tasikmalaya, Banjar, Kabupaten Bandung, Bogor, Bekasi, dan Cimahi.
==
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
