Ridwan Kamil soal PPKM Dicabut: Warga yang Sakit Tetap Pakai Masker

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan 8 bus listrik yang menjadi tambahan moda transportasi publik di Hotel Preanger, Sabtu (24/12/2022). Foto: Sinar Utami/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan 8 bus listrik yang menjadi tambahan moda transportasi publik di Hotel Preanger, Sabtu (24/12/2022). Foto: Sinar Utami/kumparan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan tanggapan terhadap kebijakan pencabutan PPKM. PPKM resmi dicabut sejak 30 Desember 2022.

Setelah PPKM dicabut, ada beberapa kebijakan disesuaikan terutama penggunaan masker. Jokowi mengimbau agar masyarakat tetap memakai masker di ruang tertutup dan keramaian.

Namun, ketika mengunjungi Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (2/1), Jokowi tidak memakai masker.

Ia terlihat menyapa warga dan pedagang, termasuk mengamini permintaan berfoto beberapa orang saja. Tak hanya Jokowi, Pj Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono juga tak memakai masker.

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kedua kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai meninjau Pasar Tanah Abang, Jakarta (2/1/2023). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Pria yang akrab disapa Emil itu meminta masyarakat mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah. Seperti penggunaan masker, dia menyarankan hanya digunakan warga yang memang sedang sakit.

"Ya menyesuaikan saja, kan sudah dibebaskan, kalau dia sakit ya dia pakai (masker)" kata Emil kepada wartawan.

Sementara terkait tracing dan testing terhadap warga, Emil mengatakan hal itu hanya akan dilakukan pada situasi khusus. Adapun vaksinasi dipastikan akan terus digalakkan oleh pemerintah.

Siswa menutup mata saat mengikuti vaksinasi difteri dan tetanus saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri 21 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/11/2022). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Menurut Emil, vaksinasi merupakan benteng pertahanan untuk mengatasi pandemi.

Terbukti dari maraknya varian baru virus corona yang masuk ke Jabar ternyata tak menimbulkan kenaikan angka kasus yang terlalu signifikan.

"Intinya kita sudah divaksin, vaksin itu ilmu satu-satunya pertahanan, kemarin juga kan khawatir naik, ya surut juga, jadi enak lah," ucap dia.