Ridwan Kamil usai Rapat dengan Bodebek soal PSBB: Semua Kompak Dukung DKI

14 September 2020 13:06 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat akan menjalani tes kesehatan di puskesmas Garuda di kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/8). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat akan menjalani tes kesehatan di puskesmas Garuda di kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/8). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar rapat dengan kepala daerah di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok) pada Senin (14/9). Rapat itu adalah terkait dengan pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta yang mulai berlangsung hari ini. Usai rapat, Ridwan Kamil kemudian mengumumkan bahwa Jabar, khususnya Bodebek, mendukung PSBB ketat kembali diberlakukan di Jakarta. Sebagai daerah penyangga, Bodebek menurut Ridwan Kamil juga akan melakukan pengetatan di zona merah COVID-19. "Hasil rapat dengan Bodebek, semua menyepakati mendukung penuh PSBB ketat di DKI. Bodebek akan melakukan pengetatan di zona merah covid, penambahan rasio RS. Semua dampak sosial ekonomi PSBB DKI di Bodebek akan dimitigasi secara terukur. Intinya semua kompak satu suara dukung DKI," demikian cuitan Ridwan Kamil di Twitter, Senin (14/9).
ADVERTISEMENT

Surat Edaran Ridwan Kamil

Sebelumnya, Ridwan Kamil dalam keterangannya pada Minggu (13/9) juga mendukung langkah DKI Jakarta menerapkan lagi PSBB.
Salah satunya dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 443/134/Hukham tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan COVID-19. Surat tersebut ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Sabtu (12/9).
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, SE tersebut dikeluarkan karena adanya lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta dan wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi).
Dengan keluarnya SE itu, ia berharap kewaspadaan di semua wilayah di Jabar meningkat. Selain itu, bupati/wali kota diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.
ADVERTISEMENT
"Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar efektif dalam menekan angka penyebaran kasus COVID-19," kata Daud, Minggu (13/9).
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)