Rifqinizamy Karsayuda Mundur dari PDIP dan DPR, Mau Maju Pilgub Kalsel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi II F-PDIP Rifqinizamy Karsayuda. Foto: Facebook/Rifqinizamy
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi II F-PDIP Rifqinizamy Karsayuda. Foto: Facebook/Rifqinizamy

Politikus Rifqinizamy Karsayuda memutuskan mengundurkan diri dari PDIP. Pria yang disapa Rifqi itu saat ini duduk di Komisi II DPR.

Hal itu, disampaikan Rifqi lewat video ia rekam saat umrah di Makkah. Ia pun mengaku sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima.

"Per hari ini, Ulun (saya) menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota dan kader PDI Perjuangan. Keputusan ini tentu secara konsekuensi juga menjadikan Ulun tidak lagi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi PDI Perjuangan," kata Rifqi yang dikutip Kamis (24/8).

"4 tahun di DPR RI bersama PDI Perjuangan, Ulun harus mengucapkan banyak terima kasih kepada PDI Perjuangan yang telah memberikan ruang pengabdian dan perjuangan. Tidak sedikit perjuangan yang telah kita lakukan di Senayan, di DPR RI," lanjutnya.

Dia pun mengungkapkan dirinya akan melanjutkan karier politik dan maju di Pilgub Kalimantan Selatan 2024. Rifqi memohon doa atas rencananya tersebut.

"Kami saat ini sedang bermunajad, berikhtiar sekuat tenaga untuk ikut dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2024 yang akan datang. Kami berharap bimbingan, doa dari para Ulama, Asatidz, para Habaib, tokoh agama, dan seluruh dangsanak di Kalimantan Selatan, menyertai ikhtiar kami menghadirkan Kalsel yang lebih baik, Kalsel yang insyaallah akseleratif, maju, dan mampu menjadi provinsi terbaik di Indonesia," kata dia.

Selama menjadi anggota DPR dari PDIP, ia menuturkan sudah memperjuangkan berbagai macam program infrastruktur perhubungan transportasi. Termasuk bagaimana kita memberikan hak-hak dasar legalitas tanah kepada masyarakat Kalsel.

"Kami juga berkomitmen dalam konteks kepegawaian membela kurang lebih 2,6 juta honorer di seluruh Indonesia untuk kemudian menjadi bagian dari ASN. Kendati demikian, keputusan politik ini telah kami ambil. Sekali lagi, terima kasih," tutup dia.