News
·
17 September 2021 21:01
·
waktu baca 2 menit

Rimbun Air Tunggu Penyelidikan KNKT Terkait Penyebab Kecelakaan Pesawat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rimbun Air Tunggu Penyelidikan KNKT Terkait Penyebab Kecelakaan Pesawat (16866)
searchPerbesar
Kondisi Pesawat Rimbun Air. Foto: Instagram/@penkostrad
Pihak maskapai Rimbun Air belum mengetahui penyebab kecelakaan pesawat Twin Otter 300 PK-OTW yang jatuh di Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Kamis, 16 September 2021.
ADVERTISEMENT
Laporan awal yang mereka terima pesawat jatuh karena cuaca yang buruk. Namun untuk kepastian penyebabnya mereka masih menunggu hasil penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kami belum tahu karena itu cuaca buruk, kita mendengar dari laporan KNKT,” kata Manager Director Rimbun Air, Romdhani, usai menyerahkan jenazah pilot Kapten Mirza kepada keluarga di Kota Bogor, Jumat (17/9).
Rimbun Air Tunggu Penyelidikan KNKT Terkait Penyebab Kecelakaan Pesawat (16867)
searchPerbesar
Pesawat kargo Rimbun Air ditemukan terjatuh di sekitar pegunungan Intan Jaya. Foto: Dok. Mayor Inf Edi Dipramono
Romdhoni mengatakan untuk penyebab kecelakaan itu pihak maskapai telah menyerahkan black box pesawat kepada KNKT. Kini sedang menunggu hasilnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Untuk CVR kita sudah serahkan tadi dan tim kami di sana sedang melakukan pengecekan detail dengan tim KNKT. Hasilnya menunggu KNKT,” jelasnya.
Rimbun Air Tunggu Penyelidikan KNKT Terkait Penyebab Kecelakaan Pesawat (16868)
searchPerbesar
Kedatangan jenazah Capt Mirza Pilot Rimbun Air di Bogor disambut tangis keluarga. Foto: Dok. Istimewa
Pesawat Twin Otter yang mengalami kecelakaan, kata Romdhoni, saat itu sedang mengantarkan logistik bahan bangunan ke daerah yang tidak dapat ditempuh via jalur darat.
ADVERTISEMENT
“Kita kan di Papua terbangnya dari Nabire ke Sugapa, logistik macam-macam, kadang bawa semen, kadang conblock bangunan, alat bangun untuk daerah Sugapa yang tidak terjangkau jalur darat,” jelasnya.
Namun ternyata dalam perjalanan, pesawat hilang kontak pada Rabu (15/9) pagi. Pesawat kargo dan tiga kru di itu ditemukan dalam kondisi jatuh dan rusak parah. Serpihan pesawat tersangkut di antara pepohonan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020