Rinding Gumbeng, Kesenian Asli Gunungkidul Akan Tampil di HUT Ke-77 RI di Istana
ยทwaktu baca 2 menit

Rinding gumbeng, kesenian tradisional dari Kabupaten Gunungkidul, akan mentas dalam perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 di Istana Negara pada 17 Agustus 2022.
Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara ,membenarkan informasi tersebut. Rinding gumbeng akan berkolaborasi dengan alat musik lain seperti gamelan.
"Tampil di acara 17-an itu (di Istana Negara). Nantinya rinding akan dibunyikan saat tamu kehormatan masuk Istana," kata Choirul Agus saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/8).
Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Pemkab Gunungkidul sebagai ajang promosi. Kesenian asli Gunungkidul itu merupakan warisan budaya tak benda nasional.
"Semoga semakin dikenal secara luas," harap Choirul Agus.
18 Pemain dan 2 Penyanyi
Pemimpin Produksi Pementasan Kesenian Rinding Gumbeng, Purnawan Widayanto, menjelaskan bahwa ada 18 pemain dan dua penyanyi yang akan tampil. Pihaknya mendapatkan kepastian untuk pentas pada sekitar bulan Juli.
"Tampil sebelum dan sesudah acara (upacara)," kata Purnawan.
Pada 9 Agustus lalu, gladi bersih juga telah dilakukan. Purnawan menjelaskan, akan ada kolaborasi dengan alat musik lain untuk menghibur tamu undangan dan peserta upacara.
Sederet lagu yang akan ditampilkan seperti Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola hingga Indonesia Pusaka. Tak ketinggalan lagu daerah seperti Suwe Ora Jamu, Gethuk, Gambang Suling, hingga Manuk Dadali juga akan dibawakan.
Sekilas Rinding Gumbeng
Mengutip situs Kemenparekraf, rinding merupakan alat musik terbuat dari bambu. Panjangnya 25 cm dengan tebal 2 mm. Pada tengah bambu dibuat lubang. Lalu pada ujung diberi tali untuk menarik sisi lain sebagai pegangan.
Untuk memainkannya, seseorang harus meletakkan alat musik ini di bibir. Mulut harus sedikit merenggang. Saat suara dari dalam leher dikeluarkan maka jarum di tengah rinding akan bergetar dan memunculkan bunyi.
Sedangkan gumbeng adalah alat pengiring. Gumbeng ini terbuat dari bambu dengan beberapa bagian diberi lubang. Pembuatannya pun khas karena menggunakan bambu khusus, yaitu bambu begung dan pelepah aren.
Dalam sejarahnya, kesenian ini dipercaya memiliki kekuatan magis untuk mendatangkan sosok imajiner Dewi Sri, dewi kesuburan.
