Riset UI: Segel Le Minerale Efektif Cegah Debu dan Bakteri Masuk
·waktu baca 4 menit

Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya higienitas air minum dalam kemasan (AMDK) mendorong produsen berinovasi menghadirkan produk yang aman. Salah satunya melindungi produk dari potensi kontaminasi dari debu, bakteri, maupun jamur selama penyimpanan, distribusi, hingga penjualan.
Hal ini turut menjadi perhatian Le Minerale dengan menghadirkan inovasi segel pelindung pada tutup botol. Inovasi tersebut telah terbukti secara ilmiah efektif mencegah cemaran dari lingkungan.
Hasil riset ilmiah Unit Kerja Khusus Laboratorium Sains Terapan (UKK LST) FMIPA Universitas Indonesia bertajuk Pengaruh segel Tutup Botol terhadap Ketahanan Paparan Cemaran Debu dan Mikroba mengonfirmasi bahwa segel Le Minerale mampu memberikan perlindungan hingga 100 persen terhadap kontaminasi debu, bakteri, dan jamur.
Kepala Laboratorium Kimia FMIPA UI, Agustino, menjelaskan, meskipun AMDK diproduksi dengan standar ketat di lingkungan pabrik, produk masih berisiko terkontaminasi dari paparan luar kemasan saat distribusi dan penyimpanan.
Debu dan mikroorganisme patogen seperti Staphylococcus aureus dan Aspergillus niger diketahui dapat bertahan di permukaan benda mati selama beberapa hari. Penelitian Kusumaningrum (2003), misalnya, menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus mampu bertahan pada permukaan stainless steel hingga empat hari.
Hal ini menegaskan pentingnya penghalang eksternal yang efektif untuk kemasan AMDK, seperti yang diterapkan oleh Le Minerale.
“Bila pada permukaan stainless steel saja mikroba bisa bertahan berhari-hari, tentu potensi kontaminasi pada permukaan botol plastik di lingkungan terbuka jauh lebih besar. Ini menjadi dasar kami untuk menguji seberapa besar efektivitas segel Le Minerale dalam melindungi produknya,” ujar Agustino.
Studi ini dilakukan melalui dua pendekatan pengujian. Pertama, simulasi lingkungan terbuka seperti warung kelontong, minimarket, dan terminal; serta uji laboratorium ekstrem, dengan memaparkan botol Le Minerale berukuran 600ml pada debu dan mikroba selama 1–6 jam.
Setiap sampel kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur akumulasi partikel debu, bakteri, dan kapang pada tutup dan leher botol, baik yang memiliki segel maupun tidak. Hasilnya, segel pada Le Minerale unggul secara kuantitatif.
"Pada paparan ekstrem di laboratorium, segel Le Minerale lebih efektif melindungi air dan kemasan dari paparan debu hingga 80 persen, bakteri Staphylococcus aureus hingga 97 persen dan paparan kapang Aspergillus niger hingga 90 persen dibanding air kemasan yang tak menyertakan segel dalam peredarannya di masyarakat. Dan dalam kondisi nyata di pasaran, termasuk warung kelontong, minimarket, terminal, perlindungan segel Le Minerale terbukti mampu mencegah kontaminasi debu, bakteri maupun jamur hingga 100 persen," ungkapnya.
Agustino juga menegaskan, hasil penelitian menjadi dasar kuat klaim segel pada Le Minerale bukanlah semata fitur estetika, tetapi inovasi berbasis sains yang efektif menjamin keamanan konsumen.
Marketing Director Le Minerale, Febri Satria Hutama, menyambut baik hasil penelitian sebagai validasi ilmiah produk Le Minerale.
“Terima kasih kepada peneliti dari FMIPA UI yang telah mendukung kami. Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan institusi terdepan seperti UI, yang menjembatani ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri demi kebaikan bersama,’’ ujarnya.
Febri melanjutkan, sejak awal Le Minerale memiliki misi untuk menyediakan air mineral yang bukan hanya segar dan sehat, tetapi juga higienis secara menyeluruh.
Le Minerale menyadari tantangan yang dihadapi produsen AMDK di lapangan yakni potensi paparan kontaminasi selama proses distribusi dan penyimpanan, meskipun diproduksi dengan standar tinggi.
“Terutama di lingkungan terbuka seperti warung kelontong, terminal, atau area penjualan lainnya. Maka dari itu, penting bagi kami untuk tidak hanya menjawab kekhawatiran ini hanya dengan inovasi, tetapi juga membuktikan efektivitas inovasi tersebut secara ilmiah,” jelasnya.
Febri juga menambahkan, hasil riset juga menguatkan inovasi Le Minerale dalam menjaga higienitas air dari paparan debu, bakteri, dan jamur melalui segel pelindung pada tutup botol untuk
“Hasil riset ini menegaskan bahwa segel Le Minerale adalah inovasi unggulan dan krusial yang memberikan perlindungan 100 persen bukan sekadar klaim, tapi fakta ilmiah. Ini adalah pembeda yang signifikan dibanding produk lain dan menjadi bukti nyata dari komitmen Le Minerale untuk selalu menempatkan konsumen sebagai prioritas utama,” lanjut Febri.
Ia memastikan komitmen Le Minerale terhadap mutu, keamanan, dan inovasi tentunya tidak akan berhenti. Le Minerale akan terus mengembangkan produk berbasis sains demi memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap Le Minerale yang tak hanya mendorong penerapan riset ilmiah, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap Hak Kekayaan Intelektual para peneliti.
“UI bangga bahwa hasil riset ini tidak hanya menjadi kontribusi ilmiah, tapi langsung diterapkan industri demi perlindungan masyarakat. Ini selaras dengan semangat UI: Unggul, Impactful,” tutur Prof. Hamdi.
