Risma soal Peluang Maju Pilkada: Aku Senang Jadi Wali Kota, tapi Gak Bisa Milih

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku senang menjabat sebagai wali kota karena bisa lebih langsung membantu masyarakat. Hal itu diceritakannya di sela-sela kegiatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (29/5).
"Aku senang jadi wali kota. Aku bisa menolong orang banyak karena aku tahu real gimana masalahnya mereka, mengangkat mereka dari kehidupannya," ungkap Risma.
"Kalau di sini (menteri) kan nggak bisa. Aku punya keterbatasan, dana, dan sebagainya," tambahnya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan maju pada Pilkada Jakarta atau Jawa Timur, Risma menegaskan bahwa ia tidak berhak untuk memilih.
"Saya enggak memilih. Sekali lagi saya enggak berhak untuk memilih," katanya.
Risma juga menjelaskan bahwa jika dirinya ditugaskan, ia percaya bahwa itu adalah kehendak Tuhan.
"Saya percaya kalau misalkan saya saat itu jadi wali kota Surabaya, itu adalah tangan Tuhan yang menugaskan. Artinya itu tangan Tuhan ya, melalui Bu Mega misalkan."
Namun, Risma kembali dengan tegas menghindari pertanyaan mengenai kecenderungannya terhadap posisi DKI 1 atau Jatim 1.
"Ini gathel ini kalau pertanyaan kayak gini. Ya enggak jawab lah aku, orang tadi aku ngomong aku enggak pernah mau minta. Kalau sekarang aku minta, berarti kan aku minta, kepingin," ujarnya.
Risma mengaku hidupnya ingin fokus pada pengabdian masyarakat. Ia tidak pernah ingin meminta jabatan karena baginya, pertanggungjawaban hal tersebut sangat berat.
"Paling aku hidup di dunia berapa tahun. Tapi di sana (akhirat) selamanya. Aku gak mau loh di sana lebih lama, hidupku gak enak," ungkap Risma sambil terkekeh.
