Riwayat Perjalanan Pasien Suspect Corona di Semarang hingga Meninggal

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Simulasi penanganan Airborne/Global Disease di RSUP dr Kariadi emarang, Kamis (30/1).  Foto: Afiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Simulasi penanganan Airborne/Global Disease di RSUP dr Kariadi emarang, Kamis (30/1). Foto: Afiati/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pasien suspect virus corona yang meninggal di RSUP dr Kariadi, Semarang, bukan karena virus corona. Melainkan karena virus H1N1 atau flu babi.

“Pasien yang dinyatakan suspect dan meninggal di RS Kariadi Semarang, setelah hasil laboratoriumnya keluar dinyatakan bukan karena COVID-19, namun gagal napas akibat infeksi paru bagian bawah yang diakibatkan oleh virus H1NI pdm09,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, dalam keterangan resmi Kemenkes, Sabtu (29/2).

Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock

Kemenkes menyebut pasien tersebut adalah seorang nakhoda yang pulang dari Spanyol pada 10 Februari. Ia pulang ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah, untuk menemui keluarganya.

Berikut kronologi dan riwayat perjalanan pasien tersebut:

10 Februari

Pasien terbang dari Bandara Spanyol dan transit di Dubai selama 4 jam.

12 Februari

Selanjutnya pasien meneruskan perjalanannya sampai di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tanggal 12 Februari 2020 dini hari.

Pasien menginap di hotel daerah Bandara selama 1 hari 1 malam sebelum melanjutkan terbang ke Semarang.

13 Februari

Setelah tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, pasien menuju ke rumahnya di daerah Semarang.

15 Februari

Pasien mulai mengalami keluhan batuk sejak hari ke-2 di Semarang. Pasien menuju ke keluarganya di Pati.

19 Februari

Pasien masuk ke RS Pati dengan keluhan sesak, batuk, dan demam hingga 39,1 derajat Celcius. Kemudian pada hari yang sama pasien dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan masuk ke ICU.

22 Februari

RSUP dr Kariadi mengirim sample pasien ke Badan Litbangkes Kemenkes RI.

23 Februari

Pasien yang dirawat di ruang isolasi, dinyatakan meninggal sebelum hasil laboratorium keluar.

“RS melakukan isolasi. Ini sudah sesuai dengan SOP, mengingat ada keluhan dan riwayat perjalanan dari negara terjangkit COVID-19. Ini adalah kewaspadaan kita,” terang Anung.

26 Februari

Pihak RSUP dr Kariadi mendapatkan informasi terbaru penyebab meninggalnya pasien karena influenza tipe A atau virus H1N1 atau flu babi.

virus ini menjadi faktor pemicu pasien mengalami bronkopneumonia yang menyebabkan kerusakan di paru-paru dan kegagalan multiorgan hingga meninggal dunia.

Pihak rumah sakit sudah menginformasikan kepada Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Akan diagendakan penyelidikan epidemiologi untuk menggali beberapa informasi lain dan closed contact. Hal ini dilakukan untuk memantau terhadap kemungkinan penularan penyakit.

kumparan post embed