RK Ungkap Alasan Ganti Nama Jalan Layang Pasupati Jadi Mochtar Kusumaatmadja

1 Maret 2022 16:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kegiatan peresmian Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja di Kota Bandung pada Selasa (1/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan peresmian Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja di Kota Bandung pada Selasa (1/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Jalan Layang Pasupati di Kota Bandung, Jawa Barat, resmi berganti nama menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja. Mochtar Kusumaatmadja dikenal sebagai akademisi dan mantan menteri luar negeri.
ADVERTISEMENT
Penggantian nama ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan disaksikan para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar dan Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana.
"Dengan ini Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja dengan ini secara resmi dibuka," kata Gubernur yang akrab disapa Emil itudalam acara peresmian di Kantor Inspektorat Jabar, Bandung, pada Selasa (1/3).
"Ini menjadi pembelajaran masa depan Indonesia yang luar biasa dan menjadi luas berkat perjuangan almarhum Prof Mochtar Kusumaatmadja," lanjut dia.
Seorang warga melintas pada area Jembatan Layang Pasupati Jalan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Emil menjelaskan penggantian nama itu karena sudah banyak kontribusi yang diberikan Prof Mochtar untuk Indonesia. Salah satunya terkait gagasan Wawasan Nusantara yang diresmikan tahun 1982.
Prof Mochtar saat itu mengimplementasikan gagasan dari Ir. H. Juanda soal Wawasan Nusantara.
ADVERTISEMENT
"Berkat gagasan dari Insinyur Haji Juanda, gagasannya dari Insinyur Haji Juanda, tapi yang menterjemahkan ke teknis dan memperjuangkan sampai akhirnya 1982 diakuilah Wawasan Nusantara adalah perjuangan Prof Mochtar Kusumaatmadja," ucap Emil.
Peresmian jalan itu, Emil berharap menjadi dasar pengusulan Prof Mochtar menjadi pahlawan nasional. Sebab sudah lama tak ada tokoh dari Jabar yang mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional.
"Prof Mochtar itu yang paling terkenalnya kan adalah menteri luar negeri, itulah yang membanggakan kita sebagai warga Jabar, jadi saya minta kota dan kabupaten di Jabar juga mencarikan kehormatan jalan-jalan serupa menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja," jelas dia.
Kegiatan peresmian Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja di Kota Bandung pada Selasa (1/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Emil menjelaskan, penggantian nama Jalan Layang Pasupati karena ruas jalan itu berdekatan dengan Jalan Ir. H. Juanda. Dua tokoh itu pantas ditempatkan berdekatan karena telah bersama menggagas ide soal Wawasan Nusantara.
ADVERTISEMENT
Emil menuturkan, ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada lagi nama tokoh di Jabar yang diabadikan namanya sebagai nama jalan.
"Kita sekarang bisa begini karena masa lalu yang diperjuangkan ya, tidak otomatis dan kita juga akan terus memperjuangkan hari ini supaya masa depan lebih baik," tandas Emil.
Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja lahir pada 17 Februari 1929 di Jakarta. Selain pernah menjabat beberapa posisi menteri di era Soeharto, ia dikenal sebagai Guru Besar dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad). Mochtar wafat pada usia 92 tahun, Minggu (6/6/2021) di RS Siloam, Jakarta.