Roadshow ASEAN International Film Festival & Awards 2023 di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
The Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2023. Foto: LSPR
zoom-in-whitePerbesar
The Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2023. Foto: LSPR

ASEAN Public Relations Network (APRN) bekerja sama dengan WorldComm Malaysia serta didukung LSPR Institute of Communication & Business mengadakan The Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2023.

Kegiatan tersebut digelar di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, Campus B, LSPR Jakarta, pada Rabu (26/7), dengan mengundang empat pembicara terkemuka dari industri perfilman.

ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) adalah acara penghargaan dan festival untuk pembuat film dan bintang film dari kawasan ASEAN.

Acara ini diadakan di Kuching, Sarawak, Malaysia, setiap dua tahun sekali dan ditunjuk Sekretariat ASEAN sebagai salah satu rangkaian kegiatan ASEAN.

Tahun ini menjadi edisi keenam ASEAN International Film Festival and Awards. Akan menjadi rangkaian acara 3 hari yang akan mengundang orang-orang terpilih di industri film untuk merayakan, menghormati, dan mengakui keunggulan di antara rekan-rekan mereka.

Direktur Eksekutif AIFFA Jaffri Amin Osman berinisiatif mengadakan Roadshow to AIFFA, dengan LSPR Institute dan ASEAN PR Network (APRN) menjadi tuan rumah di Jakarta. Dalam rangkaian acara AIFFA ini, untuk pertama kalinya ASEAN SDG University Short Film Competition (ASUS) akan diselenggarakan.

ASUS bertujuan mengidentifikasi gap dalam menciptakan kesadaran untuk SDG di kalangan pemuda dengan menargetkan mahasiswa memberikan pandangan mereka tentang pemahaman dan kontribusi menyelesaikan masalah.

Anak muda didorong membangun kesadaran terhadap SDGs terlebih dahulu sebelum memulai kreativitasnya di dalam bidang tersebut.

Acara dimulai dengan sambutan dari President of ASEAN PR Network dan Founder & CEO LSPR Institute of Communication & Business Prita Kemal Gani. Dilanjutkan dengan keynote speech dari Direktur Eksekutif AIFFA Jaffri Amin Osman dan Direktur Festival AIFFA Livan Tajang.

Sharing session ini dipandu Maylaffayza Wiguna sebagai moderator dan dimulai dengan sesi pertama dari Winner of Lifetime Achievement Awards AIFFA 2019 Slamet Rahardjo.

Lalu, sesi kedua dengan artis Indonesia dan dosen LSPR Yessy Gusman, sesi ketiga dengan artis Indonesia dan nominator AIFFA 2023 Marcella Zalianty, dan ditutup dengan sesi keempat oleh Ketua Badan Perfilman Indonesia dan sutradara film Gunawan Paggaru.

The Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2023. Foto: LSPR

Prita Kemal Gani mengungkapkan kebahagiannya dan kebanggaanya dengan adanya kerja sama ini.

“Saya sangat bahagia dan bangga untuk menyampaikan bahwa LSPR dan ASEAN Public Relation Network atau APRN telah bekerja sama dengan WorldComm untuk mengadakan acara Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards ini," ujar Prita.

"AIFFA kali ini juga begitu spesial untuk LSPR, karena pertama kalinya di 2023 ini, AIFFA bekerja sama dengan ASEAN PR Network telah berhasil mencetuskan ASEAN SDG University Short Film Competition atau (ASUS), yang mana ASUS ini terlahir dengan mengadaptasi acara LSPR SDG Film Festival yang diadakan setiap tahun dengan bekerja sama dengan universitas dari luar negeri seperti DMU University dan Coventry University, UK,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif AIFFA Jaffri Amin Osman dan Direktur Festival AIFFA Livan Tajang juga menyampaikan rasa terima kasih dan rasa syukur atas terselenggaranya acara The Roadshow to AIFFA.

Lights, camera, action! Para bintang pada acara ini tentunya adalah APRN, LSPR dan khususnya Ibu Prita Kemal Gani beserta timnya yang luar biasa dan profesional. Ketika sebuah acara gathering dihadiri oleh Ketua Badan Perfilman dan bintang film papan atas hadir, itu menandakan organisasi tersebut telah membangun kepercayaan dan reputasi dengan para pemangku kepentingan dan komunitasnya," ujar Jaffri.

"ASEAN International Film Festival & Awards bangga memiliki pribadi yang profesional seperti Ibu Pria dan APRN yang telah menjadi mitra sempurna. Kudos APRN," imbuhnya.

Pada sesi pertama diskusi, Winner of Lifetime Achievement Awards AIFFA 2019 Slamet Rahardjo menyampaikan kisah hidupnya sebagai seorang seniman. Ia merasa bersyukur mendapatkan penghargaan dari AIFFA.

“Ini adalah hidup saya, menjadi seorang seniman, menjadi sesuatu yang hanya saya miliki dan itulah martabat saya. Jadi ketika saya menerima Lifetime Achievement rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan, inilah hidup saya," papar Slamet Rahardjo.

Dalam kesempatan itu, Slamet Rahardjo juga membeberkan tips menjadi seorang aktor yang bersahaja dan tetap rendah hati.

"Untuk menjadi aktor diperlukan kebesaran hati, keterbukaan pikiran, dan diperlukan sesuatu di mana tidak ada alasan kita tidak menghormati orang lain. Kesimpulannya tanpa orang lain, saya bukan apa-apa. Kerendahan hati inilah yang saya inginkan dari generasi muda," jelas dia.

Sementara itu, artis dan dosen LSPR Yessy Gusman berpesan kepada mahasiswa untuk terus semangat menciptakan karya film terbaiknya.

“Ini adalah masa kalian, selalu semangat. Kita memasuki era bonus demografi, di mana semua bangsa Indonesia di dalam keadaan, usia dan pendidikan terbaik. Selalu semangat untuk menciptakan karya-karya terbaik. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan yang terbaik,” jelas Yessy pada sesi kedua diskusi.

The Roadshow to ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2023. Foto: LSPR

Marcella Zalianty juga mengutarakan kekagumannya terhadap kokampakan yang dimiliki tim Malaysia pada ajang AIFFA.

“Salah satu yang membuat saya kagum pada penyelenggaraan AIFFA di Kuching dan menurut saya dapat menjadi contoh yang baik untuk Indonesia. Saya melihat mereka itu sangat kompak dan berhasil membuktikan dari elemen yang ada seperti dapat menunjang pariwisata dari Kuching itu sendiri,” jelas Marcella Zalianty.

Pada sesi terakhir diskusi, Ketua Badan Perfilman Indonesia dan sutradara film Gunawan Paggaru membicarakan bagaimana kondisi perfilman Indonesia agar semakin maju.

“Kalau industri perfilman kita mau maju maka yang pertama kali harus di benahi adalah SDM. Kita membutuhkan seseorang yang khusus untuk memahami karakter setiap festival," ujar Gunawan.

Ia mengajak semua pihak untuk menaruh perhatian pada karya-karya mahasiswa yang tak kalah bagus.

"Karena banyak sekali sebetulnya film-film mahasiswa dan menurut saya harus mulai dari situ. Dari bakat-bakat ini yang harus kita lihat. Saya lagi mendorong mahasiswa/i yang ingin membuat festival, karya mahasiswa. Forum ini dijadikan untuk mencari bakat baru. Sehingga industri perfilman dapat semakin bisa maju karena SDMnya juga kita bentuk dengan suatu sistem kerja yang sudah baik,” papar dia.

(LAN)