Rocky Gerung: Kalau Dinilai Menista Agama, Siapa Tersangkanya?

kumparanNEWSverified-green

clock
Pengamat Politik Rocky Gerung  (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat Politik Rocky Gerung (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Pengamat politik Rocky Gerung dilaporkan atas dugaan penistaan agama karena dianggap menyebut kitab suci fiksi dalam acar ILC. Rocky bersama dengan koalisi masyarakat sipil melawan dengan mendeklarasikan 'Maklumat Akal Sehat'.

Rocky mengatakan, masyarakat butuh menggunakan nalar agar tidak terjebak dalam pemahaman yang salah. Terlebih, saat ini merupakan tahun politik yang bisa digunakan untuk berbagai hal.

"Kalau diperhatikan dalil dari maklumat ini, bahwa mengembalikan akal sehat sebetulnya, jadi ini didirikan untuk menumbuhkan intelektualitas, di undang-undang disebut mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi mendirikan bangsa artinya memperbanyak intelektualitas," kata Rocky di Jalan Agus Salmo No.74, Jakarta,Selasa (15/4).

"Jadi sebetulnya naskah ini mengembalikan akal sehat sebagai satu-satunya mata uang di dalam kebebasan berpikir," jelasnya.

Konpers Maklumat Akal Sehat, Rocky Gerung dkk (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konpers Maklumat Akal Sehat, Rocky Gerung dkk (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Ia menyebut kasus penistaan agama yang dituduhkan kepadanya akan sulit diadili. Sebab menurutnya tersangka dalam kasus itu adalah silogisme. Menurut KBBI, silogisme adalah cara berpikir atau menarik simpulan yang terdiri atas premis umum, premis khusus, dan simpulan.

"Anda bayangkan kalau kasus ini dibawa ke pengadilan, lalu siapa yang tersangka? Tersangka adalah silogisme," ucapnya.

"Jadi kekacauan ini yang sebetulnya ini kita bereskan hari-hari ini," imbuhnya.

Senada dengan kuasa hukum Rocky Gerung, Alghifari Aqsa mengatakan, persoalan itu adalah persoalan dialektika yang harus didudukkan dalam forum-forum diskusi, bukan pengadilan.

"Peristiwa seperti ini akan memperburuk demokrasi di Indonesia. Nah, ini LBH yang ingin kita selamatkan bukan person, tapi nalar," tutur dia.

"Ini saya sebagai lawyer akan sulit, karena di BAP akan dijelaskan mengenai silogisme dan sebagainya, dan berapa ahli yang akan di dilibatkan," pungkas Alghifari.