Roda Gerobak PKL di Yogya Akan Diubah Agar Tak Rusak Fasilitas Difabel

Guiding block atau penunjuk jalan untuk tunanetra di kawasan jalur pedestrian Malioboro terlepas. Berdasarkan data Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta ada sekitar 131 guiding block yang terlepas. Guiding block tersebut terbuat dari besi dan dipasang di tengah pedestrian Malioboro.
Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, menjelaskan guiding block tersebut tidak hilang dicuri namun terlepas. Penyebab terlepasnya besi-besi itu lantaran terkena roda-roda gerobak pedagang.
"Tidak dicuri. Itu rusak karena kena roda-roda gerobak yang mungkin presisinya tidak tepat, rodanya goyang itu (yang menyebabkan guiding block terlepas)," ujar Ekwanto saat dihubungi kumparan, Rabu (6/11).
Dia menjelaskan banyak gerobak pedagang yang beroda tiga. Otomatis roda yang berada di posisi tengah bersinggungan langsung dengan guiding block. Terkait hal itu, ke depan gerobak-gerobak pedagang akan dialihkan ke roda empat.
"Ini kami koordinasi dengan tokoh-tokoh PKL-nya, ketua-ketua komunitas. Gerobak-gerobak yang masih roda tiga kami upayakan untuk menjadi roda empat. Sehingga kalau melintas di pedestrian itu tidak melindas guiding block tapi ngangkangi (mengangkangi), bahasanya seperti itu," kata Ekwanto.
Besi-besi guiding block tersebut saat ini masih berada di kantor UPT Malioboro. Ekwanto menyebut guiding block akan segera dipasang kembali.
"Tidak hilang cuma kita amankan di kantor kami. Karena pada waktu tertentu akan kami pasang kembali," ujar Ekwanto.
Sementara itu, Koordinator Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba, mengatakan Pemkot Yogyakarta harus memperbaiki kerusakan guiding block secepat mungkin. Terlebih hal ini bukanlah yang pertama kalinya.
"Ini bukan kali pertama dan bukan hanya terjadi di kawasan pedestrian Malioboro, namun juga di area pedestrian Kota Baru, Jalan Suroto, yang beberapa waktu lalu juga ratusan hilang setelah diresmikan. Ratusan guiding block yang digunakan untuk petunjuk jalan bagi para tunanetra," kata dia.
kumparan juga mewawancarai Nuning Suryatiningsih, Direktur Center for Improving Qualified Activity in Like of Person with Disabilities (CIQAL). Dia mengapresiasi Pemkot Yogya telah memberikan fasilitas yang mempunyai nilai lebih dan memiliki estetika yang lebih bagus kepada penyandang disabilitas.
Namun dia menyarankan guiding block dari bahan ubin lantaran lebih murah dan tidak gampang rusak. Selain itu guiding block ubin tidak memiliki nilai ekonomis seperti guiding block dari besi sehingga tidak akan dicuri.
“Yang murah pun bisa sebetulnya, fasilitas yang bisa kita jalani bisa gunakan sesuai kebutuhan yang ada dan tidak harus mahal. Guiding block di kabupaten lain sudah masang tapi menggunakan ubin. Itu sudah bisa digunakan teman-teman dan tidak bakal hilang,” kata Nuning beberapa waktu lalu.
“Itu juga bisa dikaryakan teman-teman penyandang sebagai ladang usaha. Kalau (guiding block) dari besi kan (buatan) pabrik,” imbuhnya.
