Romantisme Anjungan Pengantar Bandara Soekarno-Hatta

"So kiss me and smile for me tell me that you'll wait for me hold me like you never let me go, cause I'm leaving on the jet plane don't know when I'll be back again oh Babe, I hate to go"- John Denver.
Sepenggal lirik John Denver tersebut merupakan lagu yang pas diperdengarkan di tempat ini, yakni anjungan pengantar atau waving gallery di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Di tempat ini pengunjung atau pengantar bisa melihat pesawat-pesawat yang akan datang maupun pergi dari Bandara Soekarno-Hatta.
Direktur Operasi dan Teknis Angkasa Pura 2, Djoko Murdjatmodjo, menjelaskan anjungan pengantar sudah menjadi bagian Terminal 1 sejak Bandara Seokarno Hatta beroperasi pada 1985. Total ada 6 anjungan pengantar di seluruh area Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.
"Tujuannya untuk viewing," kata Djoko, Jumat (30/6).

Djoko menjelaskan anjungan pengantar hanya terdapat di Terminal 1 Bandara Internasional Seokarno-Hatta, tidak ada di Terminal 2 dan Terminal 3. Namun, kabarnya, anjungan pengantar tersebut akan segera dirombak karena kurangnya peminat pengunjung.
"Sekarang enggak begitu populer. Itu kita akan rombak mau dijadikan terminal," kata Djoko.
Area tersebut memang terasa lapang karena lebih sepi dibandingkan tempat mengantar di depan tempat pintu masuk menuju check-in.
Seorang pengunjung, Bintang (25) menyayangkan bila anjungan pengantar dihilangkan. "Bingung kalau merokok," kata Bintang.
Bintang juga menikmati pemandangan landasan pacu pesawat yang terbentang.
"Asyik sih soalnya bisa lihat pemandangan," kata Bintang.
Pengunjung lain, Novi yang biasa menggunakan anjungan pengantar pun menikmati tempat tersebut. Novi berharap anjungan pengantar tetap dibiarkan ada.
"Kalau nggak di sini, mau nunggu di mana? Biarin aja," kata Novi.
Oleh karena itu sebelum dirombak sebaiknya tidak ada salahnya sempat menikmati suasana anjungan pengantar sambil menikmati lagu "Leaving on A Jet Plane" dan melepas kepergian atau menunggu kedatangan orang terkasih.
