Rombongan Suporter Solo Juga Terlibat Bentrok di Jombor, 4 Orang Diamankan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolsek Mlati, Kompol Andhies F Utomo ditemui di Jombor, Sleman, Senin (25/7/2022). Foto: Arfiansyah/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolsek Mlati, Kompol Andhies F Utomo ditemui di Jombor, Sleman, Senin (25/7/2022). Foto: Arfiansyah/ kumparan

Rombongan suporter dari Solo juga terlibat bentrokan dengan warga di Jombor, Kabupaten Sleman. Sebelumnya, mereka sempat rusuh dengan warga di Jalan Gejayan, Kabupaten Sleman, Senin (25/7).

"Jadi keributan hari ini, ada perselisihan rombongan suporter dari Persis Solo ya, yang akan menonton pertandingan di Magelang," kata Kapolsek Mlati, Kompol Andhies F Utomo ditemui di Jombor.

"Tadi sempat datangnya rombongan menuju ke Magelang melintas di seputaran jalan di Sleman termasuk juga di Jombor," lanjut dia.

kumparan post embed

Saat melintas di seputaran Jombor, rombongan suporter cekcok dengan warga dan sempat terjadi pelemparan batu.

"Kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Suporter Solo dari arah timur menuju ke Barat tadi sempat naik ke flyover," ucap Utomo.

Polisi meredam keributan dan mengamankan empat orang. Empat orang ini dibawa ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut.

"Jadi sementara ini, yang diamankan di kantor untuk identitas dan ini masih belum diketahui karena baru saja diamankan. Ada empat orang. Diamankan terkait ribut-ribut pas lagi perjalanan," kata Utomo.

Suasana Jalan Gejayan, Sleman usai gesekan antara rombongan suporter diduga dari Solo dengan warga. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Utomo mengatakan, tidak ada korban untuk di wilayah Mlati. Polisi masih menginventarisir kerugian akibat kericuhan itu.

"Jadi kita juga mengakomodir yang tadi ada kerusakan-kerusakan material juga. Kita masih kumpulin dulu. Jadi untuk korbannya masih belum diketahui," katanya.

Setelah rombongan suporter pergi ke Magelang, sempat terjadi kericuhan lagi antara warga lokal Jombor dengan warga yang mengejar rombongan suporter tadi. Polisi pun terpaksa mengeluarkan gas air mata.

"Untuk gas air mata yang terakhir tadi waktu itu dari masyarakat yang ribut dengan masyarakat lokal yang ada di Jombor. Bukan dengan Solo. Beda lagi," katanya.