Romo Magnis: Pakai Kekuasaan Untungkan Pihak Tertentu, Presiden Mirip Mafia

2 April 2024 10:52 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Guru besar filsafat dan ilmu etika STF Driyarkara, Franz Magnis-Suseno disumpah dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Selasa (2/4).  Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Guru besar filsafat dan ilmu etika STF Driyarkara, Franz Magnis-Suseno disumpah dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Selasa (2/4). Foto: Hedi/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ahli dari Ganjar-Mahfud yang juga Profesor Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Franz Magnis-Suseno menegaskan, apabila presiden menggunakan kekuasaannya untuk menguntungkan beberapa pihak, sama saja seperti mafia.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Romo Magnis saat memberikan keterangan di sidang sengketa Pilpres 2024, di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (2/4). Pria kelahiran Jerman yang menjadi WNI pada 1977 ini mulanya mengatakan bansos bukan milik pemerintah.
"Memakai kekuasaan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu, membuat presiden menjadi mirip dengan pimpinan organisasi mafia," kata Romo Magnis.
Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo bertemu dengan Romo Franz Magnis Suseno di STF Driyarkara, Jakarta, Jumat (24/11/2023). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Romo Magnis juga menyinggung soal etika dan presiden bahwa presiden adalah penguasa bagi rakyat Indonesia.
"Pertama, ia harus menunjukkan kesadaran bahwa yang menjadi tanggung jawabnya adalah keselamatan seluruh bangsa," ucap pakar etika ini.
Romo Magnis menuturkan, segala kesan bahwa misalnya presiden memakai kekuasaannya demi keuntungannya sendiri atau demi keuntungan keluarganya adalah fatal.
"Kalaupun ia misalnya berasal dari satu partai, begitu ia menjadi presiden, segenap tindakannya harus demi keselamatan semua," pungkas dia.
ADVERTISEMENT