Romy: Tradisinya, Tak Ada Reshuffle Tanpa Dibahas dengan Ketum Parpol

Presiden Jokowi sudah 4 kali memberi sinyal perombakan atau reshuffle kabinet tahun 2023. Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy atau biasa dipanggil Romy, mengatakan berdasarkan tradisi, reshuffle biasanya dilakukan setelah Jokowi mengundang seluruh ketua umum partai koalisi.
"Tradisinya, tidak ada reshuffle tanpa pembahasan sebelumnya dengan para ketum," kata Romy saat dihubungi, Jumat (6/1).
Romy menuturkan terdapat empat ketum parpol koalisi yang berada di pemerintahan saat ini, yakni Ketum Gerindra, Prabowo Subianto; Ketum Golkar, Airlangga Hartarto; Ketum PAN, Zulkifli Hasan; dan Plt Ketum PPP, Muhammad Mardiono.
Lantaran mereka berada di lingkaran Jokowi, maka jika ada reshuffle, publik akan sulit menebak kapan mereka dipanggil Jokowi untuk membahas hal ini.
"Apalagi empat ketum partai (Gerindra, Golkar, PAN, PPP) ada di jajaran eksekutif. Artinya jika mereka-mereka bertemu Presiden pun, akan luput dari pantauan media mengingat mereka setiap saat ada agenda sidang kabinet," tuturnya.
Eks Ketum PPP ini menyebut Mardiono sudah bertemu Jokowi pada Selasa lalu. Namun, ia tak mengetahui apakah pertemuan itu turut membahas reshuffle.
"Ketum PPP, Pak Mardiono, kan juga sudah bertemu Presiden Selasa lalu dan rekan-rekan sudah mengetahuinya," ucapnya.
Yang pasti, kata dia, reshuffle akan dilakukan Jokowi untuk penyegaran kabinet. Apalagi, Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi 2023.
"Reshuffle itu kebutuhan untuk penyegaran kinerja kabinet, mengingat tantangan ekonomi di 2023 semakin berat. Yang berhak menjawab apakah para ketum sudah ditemui adalah Istana," tutup dia.
Reshuffle Jokowi kali ini disebut akan menggeser pos kementerian yang diduduki NasDem. Di kabinet saat ini ada tiga menteri dari partai tersebut, yakni Mentan, Syahrul Yasin Limpo; Menkominfo, Johnny G Plate; dan Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar.
