Ronde 5 Debat: Ahok dan Anies Saling Serang soal Nasib Reklamasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Reklamasi Teluk Jakarta (Foto: Muhammad Adimaja/antara foto)
zoom-in-whitePerbesar
Reklamasi Teluk Jakarta (Foto: Muhammad Adimaja/antara foto)

Reklamasi Teluk Jakarta akhirnya muncul menjadi perdebatan panas dalam debat Pilgub DKI Jakarta. Ahok-Djarot mendukung reklamasi karena bisa menyerap tenaga kerja, sementara Anies-Sandi menolak karena dinilai tak berpihak kepada rakyat.

Tapi perdebatan soal reklamasi tak sesederhana itu. Dalam debat pamungkas putaran dua, yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4), Ahok dan Anies punya argumentasi berbeda.

Ahok dan Anies di Debat Final Pilgub (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ahok dan Anies di Debat Final Pilgub (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Ahok memulai perdebatan dengan mempertanyakan pernyataan Anies yang tak konsisten kepada media. Anies menolak reklamasi, tapi dalam kesempatan lain Anies akan mengalihkan fungsi reklamasi untuk kepentingan lain.

Basuki Tjahaja Purnama

"Dari 17 pulau reklamasi, ada pulau N yang tak disadari sudah beroperasi. Kalau memang untuk mengurangi biaya logistik, kalau sudah terlanjur mau diapakan? tanya Ahok.

Bagaimana cara menghadapi keputusan pemerintah pusat, Kepres era Pak Harto dan Bappenas (yang izinkan reklamasi?)

"Reklamasi menyerap 1,2 juta tenaga kerja," lanjutnya.

Anies Baswedan

Anies menjawab dia punya pendekatan yang berbeda untuk reklamasi. Dalam Keppres 52 yang dimaksud Ahok, pasal 4 mengatur bahwa wewenang dan tanggung jawab reklamasi ada pada gubernur.

Ketika saya menjadi gubernur, akan saya manfaatkan itu prioritas untuk rakyat banyak, bukan untuk sekelompok orang. Ada lahan baru untuk kepentingan publik.

Basuki Tjahaja Purnama

Ahok tampak agak berang disebut reklamasi bukan untuk kepentingan rakyat banyak. "Jangan bohong tentang dampak reklamasi," kata Ahok.

Hampir 48 persen (reklamasi) digunakan untuk fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas khusus) DKI.

Ahok juga mengatakan bahwa setiap 5 persen tanah reklamasi bisa dipakai nelayan. Lalu dalam 10 tahun Pemprov DKI akan mendapat Rp 158 triliun dalam 10 tahun dari tanah reklamasi. Reklamasi juga menghasilkan 1, 2 juta tenaga kerja.

Anies Baswedan

Warga Bukit Duri (yang terkena banjir) tahu persis arti kebohongan. Kami ingin kepentingan warga dilindungi.

Anies menilai reklamasi turut memicu banjir di Jakarta, karena pembangunan di Teluk Jakarta. Soal 1,2 juta tenaga kerja yang bisa terserap di reklamasi, Anies mengatakan lapangan pekerjaan bisa diciptakan di Jakarta dengan merehabilitasi 13 sungai juga pantai.

"Begitu kita bangun pulau di sana dan jadi permukiman mewah, pasti bukan nelayan yang memiliki. Nelayan hanya bisa menonton dari jauh," ucap Anies.

Basuki Tjahaja Purnama

Ahok menyebut bahwa dia sudah membereskan 50 persen banjir di aliran Ciliwung, sudah banyak titik di Jakarta banjir berkurang. Karena itu Pulau Reklamasi bagaimanapun menguntungkan Pemprov DKI. "Setiap triliun ada investasi dan ada hasilnya," kata Ahok.