Round Up: Yang Sudah Diketahui tentang KDRT Maut di Jagakarsa Sejauh Ini
ยทwaktu baca 2 menit

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maut terjadi di Gang Roman, Kelurahan/Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Apa saja fakta yang sudah diketahui?
Pelaku
Panca Darmansyah (40 tahun) lahir di Jakarta. Bapaknya dari Kota Medan, Sumatera Utara; ibunya dari Aceh.
Sebelumnya Panca bekerja sebagai sopir, tapi kini sudah tidak bekerja.
Korban
Devnisa Fitri (31), berasal dari Jagakarsa, istri Panca (nikah siri). Kondisinya dirawat di RSUD Pasar Minggu karena kepalanya dihantamkan ke tembok oleh Panca;
Devnisa bekerja sebagai pegawai kantoran.
VA, usia 6 tahun, perempuan, kondisinya tewas;
S, 4 tahun, perempuan, tewas;
A, 2 tahun, laki-laki, tewas;
A, 1 tahun, laki-laki, tewas.
Soal apakah 4 anak itu adalah anak kandung Devnisa, tetangga hanya melihat Devnisa melahirkan 2 kali (2 anak tertua itu sudah ada).
TKP
Gang Roman, RT 04 RW 03. Jarak TKP dengan Taman Margasatwa Ragunan hanya 700 meter;
Rumah kontrakan ini memiliki luas sekitar 40 meter persegi (panjang 8 meter, lebar 5 meter). Terdapat 2 ruangan dan 1 kamar mandi. Di kamar mandi inilah diduga 4 anak itu disekap hingga tewas.
Tarif sewa rumah kontrakan: Rp 2,5 juta per bulan.
Pelaku menunggak 4 bulan.
Kronologi
Sabtu (2/12), terjadi peristiwa KDRT yaitu Panca menghantamkan kepala Devnisa ke tembok sehingga sang istri harus dirawat di RSUD Pasar Minggu.
Di RS, Devnisa yang merupakan warga asli Jagakarsa itu menelepon adiknya, memintanya menjaga anak-anak.
Adik Devnisa, Yacob Ketua RT, dan polisi (Bhabinkamtibmas) pun mendatangi rumah kontrakan yang disewa keluarga Panca.
Rabu (6/12), tetangga mencium bau busuk dari rumah Panca, dan bersama-sama RT membuka paksa pintu (memanggil tukang kunci), lalu terungkap:
Keempat anak itu telah tewas bahkan dalam kondisi membusuk.
Posisi mereka dijejerkan di kasur, diduga telah dipindahkan dari kamar mandi karena info awalnya adalah keempat anak ini dikunci di kamar mandi hingga tewas.
Panca pun ditemukan dalam kondisi telanjang, penuh luka, menangis. Diduga ia mencoba bunuh diri.
Di lantai rumah, Panca menuliskan dengan darah: "Puas Bunda Tx for All"
Progres Polisi
Hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (7/12), belum ada titik terang kasus ini lantaran polisi belum memeriksa Panca dan Devnisa karena keduanya masih dirawat di RS. Panca mencoba bunuh diri.
