Royal Batavia Cakung: RS Pemprov DKI Pertama Berstandar Internasional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat peluncuran inisiasi pembangunan RS Royal Batavia Cakung di Cakung Barat, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat peluncuran inisiasi pembangunan RS Royal Batavia Cakung di Cakung Barat, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai inisiasi pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung yang akan menjadi rumah sakit pertama milik Pemprov dengan standar internasional. Rumah sakit ini berlokasi di kawasan Super Blok Cakung Barat Terpadu, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebut ini akan menjadi rumah sakit pertama milik Pemprov DKI yang berstandar internasional.

Fasilitasnya juga akan dilengkapi peralatan medis modern dan dirancang ramah pasien, aman, serta memenuhi standar hospital design safety.

Desain Rumah Sakit Royal Batavia Cakung, Jakarta Timur. Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Rumah sakit ini akan disiapkan menjadi rumah sakit milik Pemprov DKI yang pertama disiapkan menjadi standar internasional,” jelas Ani saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (25/8).

“Akan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis yang modern dan juga bangunan fisik yang dirancang ramah pasien, aman, dan memenuhi standar hospital design safety,” tambahnya.

Cakung Kecamatan Terluas di Jakarta

Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung di depan Rumah Susun Tower Cakung Barat, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ani mengatakan, pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan warga Cakung yang saat ini baru dilayani dua rumah sakit swasta kelas C.

“Kecamatan Cakung saat ini baru dilayani oleh dua rumah sakit yaitu Rumah Sakit Harapan Jayakarta, rumah sakit swasta kelas C. Dan juga Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Resti Mulia,” kata Ani.

Ani menyebut, Cakung merupakan kecamatan terluas di Jakarta Timur dengan penduduk lebih dari 559 ribu jiwa. Rasio tempat tidur rawat inap di wilayah ini hanya satu banding seribu penduduk.

Selain itu, angka prevalensi penyakit infeksi mencapai 21.648 kasus, terbesar kedua di Jakarta Timur. Sementara kecelakaan lalu lintas tercatat lebih dari 3.349 kejadian atau 44 persen dari total kecelakaan lalu lintas di Jakarta.

“Ini menjadi salah satu dasar rumah sakit Royal Batavia ke depan akan ditetapkan memiliki layanan unggulan penyakit infeksi emerging atau PIE dan trauma center yang akan menjadi center of excellence dari rumah sakit Royal Batavia Cakung,” jelas Ani.

Sentuhan Ornamen Betawi

Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung di depan Rumah Susun Tower Cakung Barat, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Tak hanya soal layanan kesehatan, Royal Batavia juga akan memiliki desain bangunan khas yang mengusung identitas lokal. Ani menyebut, rumah sakit ini akan dibangun menyerupai rumah panggung Betawi dengan ornamen tapak jala pada fasad.

“Bangunan rumah sakit Royal Batavia ini berbentuk panggung karena terinspirasi dari konsep bangunan rumah panggung Betawi dan ada ornamen khas Betawi yang diaplikasikan pada konsep fasad bangunan rumah sakit, yaitu tapak jala,” ujarnya.

Rumah sakit ini akan berdiri di atas lahan 49.985 meter persegi dengan 13 lantai dan dua basement. Konsep pembangunannya akan mengusung green building, smart building, dan zero run off untuk resapan air hujan.

“Bangunan rumah sakit Royal Batavia ini memiliki standar green building dari berbagai aspek mulai dari pengolahan, tapak bangunan, energi hingga standar material,” jelas Ani.

“Dan juga konsep zero run off untuk memaksimalkan resapan dari air hujan dan juga didesain menjadi smart building dengan sistem mechanical, electrical, dan pumbling yang terintegrasi,” kata Ani.