Royyan Jemaah Haji Usia 18 Tahun: Tangis Pecah, Cium Kaki Ibu di Depan Ka’bah
·waktu baca 2 menit

Ahmad Royyan Adiba terbayang-bayang wajah ayahnya, Mulyono, saat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ia tidak menyangka berangkat haji tahun ini untuk menggantikan ayahnya yang meninggal pada 2021.
Royyan yang kini berusia 18 tahun sempat kebingungan saat diminta menggantikan porsi ayahnya. Selain belum tahu cara berhaji, jemaah asal Kudus itu juga masih merasa kehilangan dan ingin agar ayahnya saja yang berangkat.
Namun, ibu Royyan, Siti Suwaidah, membujuknya. Ia dinasihati, belum tentu semua orang bisa haji dalam hidupnya.
Setelah itu, Royyan mengangguk. Hanya saja, wajah sang ayah terus membayanginya. Ia tak kuasa menahan tangis saat berada di depan Ka’bah karena mengingat ayahnya.
“Terharu karena mengingat ayah,” kata Royyan di Makkah.
“Iya (Royyan) nangis-nangis sampai nyium-nyium kaki saya,” timpal Siti Suwaidah.
Hubungan Royyan dengan ayahnya memang sangat dekat. Apalagi, Royyan merupakan anak tunggal. Ayahnya yang saat itu bekerja sebagai pemborong selalu menghabiskan waktu bersama Royyan saat berada di rumah.
Kini, Royyan bertekad selalu menjaga ibunya, termasuk selama berada di Tanah Suci.
“Sekalian dampingi dan menjaga ibu,” ujar Royyan.
Tidak banyak doa yang dilantunkan Royyan untuk pribadinya. Ia yang saat ini sedang menyiapkan masa perkuliahan ingin diberikan keselamatan.
“Sehat, panjang umur, diberi keselamatan jiwa dan raga,” ungkap Royyan.
“Sukses,” tambah Ibu Royyan.
