Rp 180 Triliun Digelontorkan, Program Prioritas Pendidikan Beri Perubahan Nyata
·waktu baca 2 menit

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menggulirkan program prioritas untuk memastikan pendidikan bermutu dapat dirasakan semua kalangan. Bukan hanya kebijakan di atas kertas, program ini membawa dampak nyata bagi guru, siswa, dan sekolah di seluruh Indonesia. Total dana yang digulirkan mencapai Rp 180 triliun.
Dimulai dari guru sebagai ujung tombak pendidikan mendapat perhatian besar. Melalui penyaluran tunjangan senilai Rp 70 triliun, lebih dari 1.522.727 penerima TPG, 332.170 penerima DTP, dan 62.101 penerima TKG telah merasakan manfaat langsung.
Dana yang ditransfer langsung ke rekening guru membantu meningkatkan kesejahteraan, mengasah kompetensi, sekaligus meringankan beban administratif.
Tak hanya guru, sekolah juga mendapat sokongan. Dana Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) sebesar Rp 59,3 trilun digelontorkan untuk mendukung operasional satuan pendidikan. Alokasi ini memastikan satuan pendidikan di berbagai daerah mampu memenuhi layanan minimum sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.
Agar proses belajar berlangsung di lingkungan yang aman dan nyaman, pemerintah menjalankan program revitalisasi sekolah dengan anggaran Rp 16,9 triliun. Sebanyak 15.526 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB dan Pendidikan Non-Formal, dibenahi melalui skema swakelola, yang juga ikut menggerakkan ekonomi daerah.
Program ini juga menciptakan 27 Triliun multiplier effect konservatif di sektor konstruksi, mempekerjakan 350 ribu pekerja, dan melibatkan 72 ribu UMKM lokal.
Bagi siswa, akses pendidikan tetap menjadi prioritas. Program Indonesia Pintar (PIP) dan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dengan total anggaran Rp13,5 triliun telah membantu lebih dari 18.599.306 siswa prasejahtera serta ribuan penerima afirmasi agar bisa terus melanjutkan pendidikan.
Kemendikdasmen juga fokus meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Dengan anggaran Rp13,2 triiun, sebanyak 785.374 guru non-ASN menerima tunjangan, 253.407 guru PAUD nonformal mendapatkan BSU, 804.158 guru difasilitasi sertifikasi (PPG), dan 16.197 lainnya menempuh pendidikan S1/D4.
Memasuki era baru pembelajaran, digitalisasi turut dipercepat. Lebih dari 288.865 sekolah difasilitasi program digital. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, keterampilan digital, serta mengurangi learning loss dan ketertinggalan literasi maupun numerasi.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, program prioritas Kemendikdasmen terbukti menghadirkan perubahan nyata. Dari guru, siswa, hingga lingkungan sekolah, semuanya mendapat manfaat demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
