RS Indonesia Target Serangan Israel di Gaza: Ada Korban dan Berhenti Beroperasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berjalan di dekat Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara pada tahun 2023. Foto: Mohammad AHMAD / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga berjalan di dekat Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara pada tahun 2023. Foto: Mohammad AHMAD / AFP

Serangan Israel pada Senin (19/5) menewaskan 22 orang. Serangan itu merupakan bagian dari operasi militer besar yang diluncurkan Israel ke Gaza dengan nama Operasi Kereta Perang Gideon.

Salah satu target serangan adalah Rumah Sakit Indonesia di Kota Bet Lahia. Rumah sakit yang diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada tahun 2015 ini dibangun atas donasi masyarakat Indonesia.

Laporan jubir badan pertahanan Gaza, Mahmud Bassal, terdapat pula korban jiwa di Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Bassal belum mengungkap angka korban jiwa di Rumah Sakit Indonesia di Bet Lahia, Gaza, demikian dikutip dari AFP.

Laporan kantor berita Associated Press, saat ini Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah berhenti beroperasi imbas serangan Israel.

Serangan udara di dekat RS Indonesia di Gaza, 15 Mei 2025 Foto: Instagram/@mercindonesia

Selain Bet Lahia, awal pekan ini serangan Israel menargetkan Khan Younis di selatan Gaza.

Bassal menyebut terdapat 11 orang tewas di Khan Younis. Satu lainnya korban jiwa berada di Abasan.

Dia menambahkan, lima korban jiwa berada di Jabaliya. Sementara di Nuseirat tiga orang dari satu keluarga tewas karena hantaman serangan udara Israel.

video youtube embed

Kota terbesar di Gaza, Gaza City, tak luput dari target. Otoritas di Gaza melaporkan serangan di sana menewaskan dua orang yang berada di dalam tenda pengungsian.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengecam serangan besar Israel. Mereka menyebut Israel sengaja menargetkan fasilitas medis agar tak lagi berfungsi.

Israel pada kesempatan terpisah menyebut, mereka tetap akan meningkatkan serangan ke Gaza. Targetnya adalah seluruh wilayah di Gaza untuk melumpuhkan milisi Hamas.