RSUD Buleleng Penuh: Pasien Dirawat di Lorong, Sebagian Dirujuk ke RS Swasta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana perawatan pasien COVID-19 di RSUD Buleleng. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana perawatan pasien COVID-19 di RSUD Buleleng. Foto: Dok. Istimewa

RSUD Kabupaten Buleleng di Bali mulai kewalahan menerima pasien COVID-19 karena ruang isolasi penuh. Sejumlah pasien corona pun terpaksa dirawat sementara di lorong ruangan hingga luar IGD.

Direktur RSUD Buleleng Putu Arta Nugraha mengatakan, per Minggu (1/8) malam, ada 38 pasien COVID-19 yang mengantre untuk dirawat di ruang isolasi.

"Puncaknya di Minggu (1/8) malam itu ada 38 pasien yang belum mendapat tempat. 6 orang sempat di lorong," kata Nugraha saat dihubungi, Selasa (3/8).

Nugraha menambahkan, peningkatan pasien COVID-19 di RSUD Buleleng terjadi dalam satu pekan terakhir. Rata-rata jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit sekitar 20 orang. Manajemen RS berupaya mengatasi persoalan ini dengan menambah jumlah tempat tidur dan ruang tambahan.

Sebanyak 18 tempat tidur di ruang Melati II hari ini sedang dipersiapkan untuk menampung pasien COVID-19. Beberapa pasien yang sebelumnya ada di lorong RS, kini sudah bisa digeser ke IGD.

kumparan post embed

"Jadi kalau misalnya ada pasien yang datang ke tempat kita terus indikasi harus dirawat, ya kita pakai ruang yang lain dulu. Walaupun kita belum SK kan sebagai ruang isolasi," jelas dia.

Berkoordinasi dengan RS Swasta di Buleleng

Selain itu, pihak RSUD Buleleng juga berkoordinasi dengan sejumlah RS Swasta di Buleleng untuk membagi penanganan pasien COVID-19.

Pasien dengan gejala ringan dan memerlukan perawatan akan diarahkan ke RS Swasta. Sementara pasien yang menunjukkan gejala sedang dan berat akan dirawat di RSUD Buleleng.

Hal itu juga untuk menjaga ketersediaan tempat tidur di RSUD Buleleng yang sudah mencapai 110 persen dari kapasitas 97 tempat tidur.

"97 kapasitas tempat tidur, 38 ICU, sisanya isolasi biasa. Dan penuh semua," ucap dia.

Ia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan mendorong masyarakat segera melakukan vaksinasi corona. Apalagi, akhir-akhir ini kasus COVID-19 tengah melonjak akibat varian Delta.

"Patuhi protokol kesehatan, yang sudah vaksin tetap hati-hati karena ada varian Delta, yang belum vaksin ya segera (vaksin)," tutup dia.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng, kasus positif secara kumulatif per Senin (2/8/2021) kemarin sudah menyentuh angka 7.317 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 5.911 orang dinyatakan sembuh, 301 orang meninggal dunia, dan yang sedang menjalani perawatan sebanyak 1.094 orang.