RSUD Zainoel Abidin Aceh Kekurangan Alat Medis untuk Rawat Pasien Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang isolasi yang dipersiapkan untuk pasien yang terjangkit virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruang isolasi yang dipersiapkan untuk pasien yang terjangkit virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Direktur RSUD Zainoel Abidin, Aceh, Azharuddin, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih kekurangan alat untuk menangani pasien yang dinyatakan suspect atau positif virus corona.

Padahal, RSUD Zainoel Abidin merupakan salah satu RS rujukan terhadap pasien yang terkait virus corona.

Azharuddin menuturkan, alat-alat medis yang belum tersedia di rumah sakit itu yakni USG (Ultrasonography) dan Bronkoskopi. USG (Ultrasonography) diperlukan untuk memantau frekuensi dan memproduksi gambar tubuh bagian dalam pasien.

Sementara bronkoskopi, adalah alat untuk memvisualisasikan bagian dalam saluran pernapasan, laring dan paru-paru. Dua alat itu seharusnya ada di ruang Respirating Intensive Care Unit (RICU), atau tempat penanganan pasien suspect virus corona.

“Jadi Pak Gubernur sudah menyatakan beliau akan cari dana untuk bisa melengkapi alat ini. Sehingga ketika masyarakat tanya, kita bisa sampaikan 100 persen lengkap. Lengkap alat, lengkap tempa, dan lengkap SDM-nya,” kata Azhar, saat menerima kunjungan plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di RSUD Zainoel Abidin, Kamis (13/3).

kumparan post embed

Azharuddin menuturkan, saat ini RSUD Zainoel Abidin merawat dua pasien suspect virus corona. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan mereka di Litbangkes, Kemenkes, untuk memastikan apakah mereka positif atau negatif virus corona.

"Kita telah mengirim hasil lab ke Litbangkes. Sementara kita rawat sebagai pasien suspect, ketika ada hasil baru kita putuskan status pasien apakah negatif atau positif,” ucap dia.

RSUD Zainoel Abidin menyediakan enam kamar untuk merawat pasien suspect corona. Selain itu, dokter dan perawat yang berkontak dengan pasien suspect virus corona juga akan dikarantina selama 14 hari di ruang Mamplam 2.

"Siapa yang berkontak dengan pasien tidak boleh pulang. Dievaluasi selama dua minggu di sini," kata Azharuddin.

Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sudah meminta agar RSUD Zainoel Abidin melengkapi alat medis untuk menangani pasien suspect corona. Dua alat yang belum lengkap di ruang RICU dengan harga ditaksir mencapai Rp 15 miliar dalam waktu dekat akan segera dilengkapi.

“Harusnya tidak ada alasan (tidak ada anggaran). Jika terjadi apa-apa kita pasti akan menyesalinya," kata Nova.

Nova menegaskan, dirinya akan mencari solusi agar anggaran pengadaan dua alat itu tidak menyalahi aturan. Nova akan duduk bersama dengan Ketua TAPA yaitu Sekda Aceh dan Kepala Dinas Keuangan untuk membahas hal tersebut.

“Barangkali ada jalan pintas di pengaturan keuangan yang bisa kita ambil, mungkin pintunya bisa force majeure (keadaan memaksa). RICU ini harus siap 100 persen. Kita harus antisipasi secepatnya. Dari tinjauan kita, hari ini kita harus siapkan sekitar Rp 5 miliar. Segera kita putuskan uangnya dari mana," ujar dia.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (tengah), di RSUD Zainoel Abidin. Foto: Dok. Pemprov Aceh