RSUP Sanglah Beri Trauma Healing Untuk Pasien Usai Gempa Lombok

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasien-pasien RSUP Sanglah dari Cempaka dan Angsoka yang sempat keluar ruangan dibawa ke ruangan sementara di Cempaka Barat, Anggrek dan Kamboja pasca gempa Lombok, Kamis (9/8/2018). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasien-pasien RSUP Sanglah dari Cempaka dan Angsoka yang sempat keluar ruangan dibawa ke ruangan sementara di Cempaka Barat, Anggrek dan Kamboja pasca gempa Lombok, Kamis (9/8/2018). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Sebanyak 62 pasien RSUP Sanglah yang sempat keluar dari ruang rawat inap saat gempa susulan 6,2 magnitudo, Kamis (9/8) siang, sudah dibawa ke ruang perawatan. Namun pasien dari Gedung Cempaka dan Angsoka tak langsung dibawa kembali ke ruang asal.

Direktur Medis dan Keperawatan RSUP Sanglah sekaligus Komandan Kebencanaan dr. I Ketut Sudartana menyampaikan, untuk sementara, para pasien ini dibawa ke ruangan lain. Hal tersebut dikarenakan masih ada trauma para pasien akibat gempa yang kembali terjadi tersebut.

"Kami bawa ke Cempaka lama (barat) ada 42 orang. Sisanya yang lain ada di Anggrek dan Kamboja. Kami belum kami kembalikan ke ruang semula, ke Cempaka baru atau Angsoka," kata Sudartana di RSUP Sanglah, Kamis (9/8) sore.

Pasien RSUP Sanglah sempat dievakuasi ke tenda darurat saat gempa terjadi, Kamis (9/8).  (Foto: Cisilia A. SIahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasien RSUP Sanglah sempat dievakuasi ke tenda darurat saat gempa terjadi, Kamis (9/8). (Foto: Cisilia A. SIahaan/kumparan)

"Karena pasiennya ada trauma. Mungkin sementara sampai seminggu ke depan, sampai betul-betul aman tidak ada lagi guncangan gempa," tambahnya.

Ia menambahkan selain tetap waspada terhadap gempa susulan, pihak RS juga akan mengerahkan para psikolog untuk memberi terapi trauma healing kepada pasien dan keluarga pasien terkait psikologis pasien pasca-gempa tersebut.

Mengingat para pasien tersebut pasca-gempa pertama pada Minggu (5/8) malam sudah sempat dikembalikan ke ruang perawatan semula pada dua hari lalu.

Pasien RSUP Sanglah sempat dievakuasi ke tenda darurat saat gempa terjadi, Kamis (9/8).  (Foto: Cisilia A. SIahaan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pasien RSUP Sanglah sempat dievakuasi ke tenda darurat saat gempa terjadi, Kamis (9/8). (Foto: Cisilia A. SIahaan/kumparan)

"Besok kami akan kerahkan lagi tim psikolog untuk terapi psikologis ke pasien dan keluarganya. Karena dua hari lalu sudah kami pindahkan ke atas, ternyata ada gempa lagi hari ini," kata Sudartana.

Namun, ia menegaskan tidak ada laporan korban dari pasien hingga saat ini dan RSUP Sanglah tetap beroperasi meskipun terjadi gempa tersebut, termasuk proses operasi hari ini tetap berjalan.

"Enggak ada kerusakan. Semua tetap berjalan, termasuk operasi. Hari ini memang dijadwalkan 25 operasi, saya tidak bisa jelaskan detailnya. Tapi pada prinsipnya semua berjalan dengan baik," tambahnya.

Kondisi ruangan dan gedung RSUP Sanglah terbilang baik dan tak ada kerusakan.

"Dinas PU sudah menyampaikan secara lisan, menyusul yang tertulis, bahwa tidak ada kerusakan struktur bangunan yang siginifikan, masih aman," kata Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Denpasar, Nining Setyawati.