Ruangan Kasisub Mutasi BKD Nganjuk Disegel Terkait OTT Bupati

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruangan Kasisub Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Nganjuk yang disegel KPK. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ruangan Kasisub Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Nganjuk yang disegel KPK. Foto: Dok. Istimewa

KPK mengamankan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam operasi tangkap tangan (OTT). Diduga, dia terlibat kasus dugaan suap.

Dalam kasus ini, ruangan Kasisub Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk turut disegel Bareskrim. Dari informasi dihimpun, operasi ini atas kerja sama dengan Polri.

Sementara sumber informasi internal Kepolisian menyatakan bahwa memang ada kerja sama dengan KPK. Akan tetapi, saat OTT yang melaksanakan ialah Bareskrim Polri.

“Lidiknya memang kolaborasi KPK dan Bareskrim. Namun saat penindakan murni Bareskrim,” terang sumber kumparan, Senin (10/5).

Ruangan Kasisub Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Nganjuk yang disegel KPK. Foto: Dok. Istimewa

Mulai Minggu (9/5), Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dikabarkan diperiksa di Polres Nganjuk bersama Camat Pace dan tiga kepala desa (kades), yakni dari Desa Sanan, Joho, dan Kepanjen.

Menurut sumber kumparan, operasi tersebut terkait dengan jual beli jabatan sekretaris dan perangkat desa se-Kabupaten Nganjuk.

Bahkan, sesuai informasi sumber internal, Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat terseret dalam kasus ini dan tengah diperiksa di Polres Nganjuk.

"Rumahnya sudah digeledah juga, orangnya (bupati) sedang diperiksa," imbuhnya.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Foto: Dok. Facebook Novi Rahman Hidayat

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari Bidang Kriminal Khusus (Krimsus) dan Kriminal Umum (Krimum).

"Saya juga masih nunggu info dari krimsus maupun krimum," terang Gatot via pesan Whatsapp.

Ditanya tentang apakah benar ada pemeriksaan tersebut, Gatot tidak menjawab secara spesifik. Ia hanya belum ada pembaruan informasi.

"Updatenya belum ada," kata Gatot saat dikonfirmasi kumparan.

Sedangkan Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Prathama, belum memberikan jawaban.