Rudal Rusia Hantam Katedral Bersejarah Ukraina, 11 Orang Tewas
·waktu baca 2 menit

Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina pada Senin (15/6), yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan memicu kebakaran di Katedral Dormition, bagian dari kompleks biara bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Jurnalis AFP di Kyiv melaporkan warga berlarian mencari perlindungan sepanjang malam saat sistem pertahanan udara berupaya mencegat rudal dan drone yang menghujani ibu kota Ukraina.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ukraina Igor Klymenko mengatakan lima petugas penyelamat tewas saat memadamkan kebakaran akibat serangan berulang Rusia di kota Kharkiv.
Lima orang lainnya tewas dan 25 orang terluka di Kyiv, sementara satu korban jiwa dilaporkan di kota Kherson yang berada dekat garis depan pertempuran.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone dalam serangan tersebut, dengan sebagian besar mengarah ke Kyiv.
Militer Rusia mengklaim serangan itu menargetkan fasilitas militer Ukraina di Kyiv serta wilayah Kharkiv dan Dnipro.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan yang menyebabkan atap Katedral Dormition terbakar dan menyebutnya sebagai salah satu serangan paling serius terhadap warisan budaya Kristen.
"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky, dikutip AFP.
Ia juga mendesak para pemimpin G7 yang sedang berkumpul di Prancis untuk memberikan respons yang lebih tegas terhadap Moskow.
"Kami membutuhkan lebih banyak tekanan terhadap agresor dan lebih banyak dukungan bagi pertahanan udara Ukraina, khususnya kemampuan anti-rudal balistik," ujarnya.
Di sisi lain, serangan drone Ukraina ke kota Tula di Rusia, sekitar 200 kilometer di selatan Moskow, dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya menurut otoritas setempat.
