kumparan
21 Agustus 2018 21:21

Ruhut Minta Andi Arief Pertanggungjawabkan Ucapan soal Mahar Rp 500 M

LIPSUS, Perang Ludah Jokowi vs Prabowo, Ruhut Sitompul, Workshop Jubir Jokowi-Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Jakarta Pusat
Ruhut Sitompul di Workshop Jubir Jokowi-Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018). (Foto: Rafyq Alkandy/kumparan)
Politikus PDIP Ruhut Sitompul meyakini ucapan Wasekjen Demokrat Andi Arief terkait mahar politik yang diberikan cawapres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno benar. Andi Arief saat itu menyatakan, mahar Rp 500 miliar diserahkan kepada partai pengusung PKS dan PAN.
ADVERTISEMENT
Maka itu, Ruhut meminta Andi Arief mempertanggungjawabkan ucapannya dengan hadir ke pemanggilan Bawaslu.
“Kalau saya rasa apa yang dikatakan Arief itu benar, tapi tinggal Arief tolonglah, sudah dipanggil Bawaslu datang, jelaskan kan gitu. Karena sudah rahasia umum yang begitu-begitu tinggal karena sudah diucapkan, pertanggungjawabkan ucapannya,” kata Ruhut di cafe sekitar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).
Bawaslu sebenarnya sudah memanggil Andi Arief sebagai saksi pelapor dalam kasus dugaan mahar Sandi. Namun, Andi Arief tidak datang karena sedang berada di luar kota. Ruhut menduga, ketidakhadiran Andi Arief karena posisinya saat ini sebagai bagian dari koalisi Prabowo-Sandi.
“Jadi sahabat saya Andi Arief dipanggil Bawaslu tolong patuh walaupun seperti buah simalakama, enggak dimakan bapak mati, dimakan bapak mati. Apa itu? Karena mereka ikut koalisi Prabowo-Sandi,” kata dia.
Wasekjen Demokrat Andi Arief di kediaman SBY, Mega Kuningan
Wasekjen Demokrat Andi Arief di kediaman SBY, Mega Kuningan (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Selain itu, Ruhut menilai partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak sepenuhnya mendukung Prabowo- Sandi. Karena skenario mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah gagal total.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, Ruhut yakin tindakan Andi Arief dengan membuka aib Sandi telah mendapat restu dari SBY. Sebab, sampai saat ini Andi Arief belum mendapatkan teguran apa pun dari SBY dan petinggi partai lainnya.
“Kan kalian tahu saya 10 tahun seperti Andi Arief, saya enggak ditegur. Andi Arief bilang enggak ditegur, artinya apa?” pungkas Ruhut sambil tertawa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan