Ruko di Bekasi Utara Terbakar: 2 Penghuni Tewas Terjebak, Api dari Obat Nyamuk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pemadam Kebakaran. Foto: charnsitr/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemadam Kebakaran. Foto: charnsitr/Shutterstock

Kebakaran hebat melanda tiga ruko yang juga dijadikan tempat tinggal di Gang Simbang Satu, Jalan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (8/10) dini hari. Kejadian ini mengakibatkan dua orang penghuni tewas akibat terjebak di dalam bangunan.

Warga setempat, Saiful Anwar, menceritakan detik-detik mencekam saat proses evakuasi berlangsung. Dua kali suara ledakan terdengar ketika warga berusaha menolong para korban.

"Pas perempuan itu mau diselamatkan, terdengar bunyi ledakan. Akhirnya dia kembali masuk ke dalam," kata Saiful.

Saiful menyebut api diduga bermula dari salah satu ruko yang dijadikan tempat pengumpulan barang bekas. Material yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan bertiup ke arah bangunan yayasan sekolah di sekitarnya.

Dua Korban Ditemukan di Tempat Berbeda

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengerahkan 6 unit mobil pemadam, 3 unit kendaraan penyelamatan, serta ambulans ke lokasi kejadian. Api baru berhasil dipadamkan setelah penanganan selama kurang lebih tiga jam atau sekitar pukul 03.30 WIB.

Komandan Kompi B Disdamkarmat Kota Bekasi, Haryanto, mengkonfirmasi dua korban tewas ditemukan di titik yang berbeda dengan kondisi luka bakar berat.

Identitas korban, yakni M. Sofyan (45) dan Srimursidah Handayani (52).

"Kedua korban meninggal dunia. Satu ditemukan di lantai dua, di atas kasur, dan satu lagi di bawah, dekat kamar mandi," ujar Haryanto.

Kedua jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi.

Penyebab

Haryanto menjelaskan, tumpukan barang bekas di dalam ruko menjadi kendala utama petugas saat memadamkan api.

"Yang terbakar di dalam ruko ada bahan-bahan yang sulit dipadamkan. Lokasi ruko yang tengah memang digunakan untuk mengumpulkan barang-barang bekas," jelasnya.

Terkait pemicu kebakaran, Haryanto menyebut dugaan sementara berasal dari aktivitas membakar wadah telur yang ditinggalkan.

"Informasi sementara yang kami dapat, ada salah satu keluarga membakar bekas dus telur, mungkin untuk obat nyamuk, namun kemudian ditinggalkan," kata Haryanto.

Meski demikian, pihak kepolisian dan petugas damkar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.