Rumah di Badung Bali Dibobol Maling, Emas Senilai Rp 150 Juta Raib

Polisi menangkap dua pelaku pencurian yang menyasar rumah warga di kawasan Kampial, Lingkungan Menesa, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung. Pelaku berinisial R (48) dan A (40).
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra mengatakan, akibat pencurian tersebut, korban kehilangan sejumlah perhiasan emas dan uang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta.
“Kedua pelaku, R (48), yang bekerja sebagai sopir, merupakan residivis kasus pembunuhan di wilayah Sulawesi Selatan. Sementara pelaku A (40), yang bekerja sebagai buruh harian lepas, merupakan residivis kasus tindak pidana narkoba di Sulawesi Selatan,” kata Gede Adi Saputra Jaya, Senin (24/8).
Aksi pencurian tersebut terjadi pada Sabtu (22/8). Saat itu, korban berinisial AD (35) sedang bekerja. Sekitar pukul 14.46 WITA, adik korban berinisial S menelepon dan memberi tahu bahwa gembok pintu pagar rumah rusak. Kondisi kamar di dalam rumah juga berantakan.
AD kemudian pulang dan tiba di rumah sekitar pukul 15.00 WITA. Setelah mengecek kondisi rumah, korban mengetahui sejumlah perhiasan emas dan barang berharga lainnya hilang.
Polisi kemudian memeriksa keterangan korban dan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan tersebut, polisi memperoleh ciri-ciri pelaku.
Kedua pelaku kemudian ditangkap di sebuah penginapan di wilayah Legian. Mereka selanjutnya diamankan ke Polsek Kuta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Terduga pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian emas dan sejumlah uang di TKP dengan cara mencongkel gerbang dan jendela rumah. Pelaku melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi dan baru pertama kali melakukan pencurian,” terang Adi.
Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 14 gelang emas, lima kalung emas, tiga cincin emas, dua pasang anting emas, satu emas batangan seberat 2 gram, dan beberapa lembar mata uang asing.
Polisi juga mengamankan barang yang diduga digunakan pelaku dalam aksinya, yakni sepasang sepatu berwarna biru, enam obeng panjang, satu unit sepeda motor Honda Scoopy, pakaian, dan helm.
