Rumah Pegi Berdekatan dengan 8 Terpidana Lain di Kasus Vina Cirebon

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Menggeledah Rumah Pegi, DPO Terduga Pelaku Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon, Jawa Brat, Rabu (22/5/2024). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi Menggeledah Rumah Pegi, DPO Terduga Pelaku Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon, Jawa Brat, Rabu (22/5/2024). Foto: Dok. kumparan

Pegi Setiawan alias Perong, salah satu pelaku pembunuhan Vina Dewi Arsita dan kekasihnya, Muhamad Rizky Rudiana alias Eky, rupanya tinggal berdekatan dengan delapan pelaku lainnya di Cirebon.

Pegi yang baru ditangkap setelah jadi buronan selama delapan tahun itu diduga merupakan dalang dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Rumah Pegi berada di Desa Kepongpongan yang letaknya ada di perbatasan Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon. Sedangkan delapan terpidana yang sudah dijatuhi hukuman lebih dulu berada di desa berbeda, namun wilayahnya masih berdekatan.

Dalam kasus ini, polisi awalnya baru menangkap delapan orang pelaku. Pada tahun 2017, tujuh di antaranya dijatuhi hukuman bui seumur hidup, sedangkan satu orang lainnya, Saka Tatal, diberi hukuman lebih ringan 8 tahun, karena masih di bawah umur.

Ketujuh orang yang dijatuhi hukuman seumur hidup itu adalah Rivaldi Aditya Wardana alias Ucil, Eko Ramadani alias Koplak, Hadi Saputra alias Bolang, Eka Sandy alias Tiwul, Jaya alias Kliwon, Supriyanto alias Kasdul, dan Suriman. Ketujuh orang ini tinggal di wilayah Kota Cirebon yang tak terlalu jauh dari rumah Pegi.

Foto udara suasana rumah Pegi Setiawan, otak pembunuhan Vina dan Eki di Desa Kepongpongan, Cirebon, Jawa Barat. Foto: kumparan

"Mereka itu warga kota. Kalau Pegi Setiawan warga kita. Sama-sama perbatasan itu. Saka Tatal [rumahnya] masuk kota, sama-sama perbatasan juga," kata Kepala Desa Kepongpongan, Wawan Setiawan, saat ditemui kumparan, Kamis (23/5).

"Kalau sama ketujuh terpidana itu saya tidak kenal sama sekali, dan mukanya saya enggak tahu. Beda desa itu, masuk wilayah kota itu karena rumah Pegi itu perbatasan sama kota," tuturnya.

Rumah yang ditinggali oleh Pegi itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi mayat Vina dan Eky ditemukan, di Jalan Layang atau Jembatan Kepongpongan. Jarak rumah para pelaku lainnya dari lokasi juga hanya sekitar 500 meter sampai satu kilometer saja.

Pegi tak pernah bergaul dengan warga

Kepala Desa Kepongpongan, Wawan Setiawan. Foto: kumparan

Kades Wawan setiawan mengungkapkan, meski tercatat sebagai warganya, namun Pegi tak pernah bergaul dengan warga sekitar. Pegi biasanya lebih sering berada di luar desa, terutama di wilayah sekitar Kota Cirebon.

"Pegi Setiawan ini memang tercatat di sini dengan identitas nama orang tua laki-laki bernama Pak Rudi, perempuannya Kartini. Pegi tidak dikenal oleh masyarakat karena yang bersangkutan itu tidak pernah hidup (bergaul) di Desa Kepongpongan," tutur Wawan.

Ia mengungkapkan, kabarnya Pegi lebih sering nongkrong dan bermain dengan sejumlah anak muda di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, yang letaknya tak jauh dari SMPN 11 Cirebon. Sekolahan ini adalah lokasi awal kelompok Pegi menyerang Vina dan Eky yang lewat berboncengan.

Jembatan Kedongdongan yang kini dikenal sebagai Jembatan Vina di Cirebon, Jawa Barat. Foto: kumparan

"Kami sempat bingung [saat polisi mencari Pegi]. Nama Pegi di sini tuh ada lima, sedangkan Pegi yang kemarin dibawa itu kehidupannya (pergaulannya) di Kota, kayak di Pelandakan, Majasem (dekat SMPN 11). Jadi tidak bergaul dengan pemuda Kepongpongan," ungkap Wawan.

Pegi sebelumnya sempat jadi DPO bersama dua pelaku lainnya yang belum tertangkap, Dani dan Andi. Namun setelah delapan tahun diburu, Pegi akhirnya tertangkap di Kota Bandung pada Selasa (21/5) pukul 18.23 WIB oleh petugas gabungan dari Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Jabar, dan Polres Cirebon Kota.

Setelah menangkap Pegi, polisi pun menggeledah rumah keluarga Pegi di Desa Kepongpongan, Rabu (22/5). Rumah tersebut digeledah selama sekitar tiga jam untuk mencari barang bukti lain dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.