Rumah Penganiaya Dokter Gigi Vissi Dikepung Polisi lalu Didobrak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vissi El Alexandra. Dok: Instagram @vissiel
zoom-in-whitePerbesar
Vissi El Alexandra. Dok: Instagram @vissiel

Rumah di Jalan Taman Holis Blok A Nomor 3, Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, digeruduk polisi pada Senin (23/10).

Penghuni rumah itu, Samuel Sunarya, adalah penganiaya dokter gigi Vissi El Alexandra (28 tahun).

Pantauan kumparan, polisi sempat mengepung rumah itu, berkali-kali meminta Samuel keluar. Penghuni rumah telah menggembok pagar dari dalam. Warga di sekitar lokasi turut menyaksikan.

kumparan post embed

"Atas nama undang-undang ditujukan kepada Saudara Samuel Sunarya agar segera menyerahkan diri. Dan apabila tidak menyerahkan diri, kami akan melakukan upaya paksa sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku," kata Kanit Binmas Polsek Bandung Kulon, Ipda Suhendar, melalui alat pengeras suara.

Suasana rumah Samuel Sunarya yang diduga aniaya dokter gigi saat digeruduk oleh polisi. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Selang sekitar 5 menit usai berulangkali memperingatkan, polisi akhirnya memutuskan mendobrak pagar rumah Samuel dan masuk ke dalam. Polisi terlihat sudah berhasil membuka bagian pintu rumah. Belum diketahui bagaimana situasi di dalam rumah.

Suasana rumah Samuel Sunarya yang diduga aniaya dokter gigi saat digeruduk oleh polisi. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

"Tahan, tahan, selain anggota gak boleh masuk, ini pekarangan rumah orang soalnya," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Agta Bhuwana Putra.

Sebelumnya diberitakan, Vissi diduga dianiaya pada Sabtu (21/10) di pusat belanja Paskal 23, Kota Bandung.

Suasana rumah Samuel Sunarya yang diduga aniaya dokter gigi saat digeruduk oleh polisi. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Peristiwa bermula ketika Samuel terlebih dahulu menghubungi Vissi melalui Instagram lalu langsung melontarkan kata berisi ancaman. Tak lama setelah itu, pelaku langsung mendatangi tempat kerja Vissi dan memaksa masuk.

Saat bertemu Vissi, pelaku langsung mengeluarkan pisau, mengarahkannya ke leher Vissi. Pelaku pun dibawa ke luar ruangan kantor. Namun, serangan pada Vissi malah makin bertubi-tubi. Vissi mengaku sempat berupaya menahan serangan pisau hingga tonjokan.

Akibat serangan itu, sejumlah titik di tubuh Vissi pun terluka. Vissi khawatir tindakan pelaku tak hanya terjadi pada dirinya, melainkan juga ke korban lain.