Rumah WNI di Karachi jadi Tempat Penampungan 40 Keluarga Korban Banjir Pakistan
·waktu baca 2 menit

Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Diah Mastuti atau disapa Dean Tunio, menjadikan rumah miliknya di kawasan Gulazar Hijiri Road, Distrik Ghulsan-e-Maymar, Karachi, Pakistan, sebagai kamp penampungan korban banjir yang melanda daerah perkampungan Sindhi.
Kamp itu menampung sekitar 40 keluarga sejak awal Agustus lalu. Dean mengaku tidak dapat memberi makanan setiap hari kepada para korban. Pihaknya kemudian mencari bantuan ke beberapa yayasan atau posko bantuan banjir yang ada di Karachi, namun belum ada yang membantu.
Konjen RI June Kuncoro Hadiningrat bersama DWP KJRI Karachi kemudian mendatangi kediaman Dean untuk menyerahkan langsung bantuan yang terkumpul dari masyarakat dan diaspora Indonesia di Karachi serta perusahaan Indomie di Pakistan, pada Rabu (14/9) lalu.
Paket sembako, selimut, dan uang tunai diserahkan kepada para pengungsi.
June Kuncoro memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Dean dan keluarganya atas upaya yang telah dilakukan untuk menolong korban banjir di tengah keterbatasan yang ada.
Dean disebut Jane, mampu menjadikan cerminan wajah Indonesia dengan sikap gotong royong untuk membantu sesama saudara beda negara.
Provinsi Sindh adalah provinsi kedua yang mengalami dampak terburuk akibat banjir di Pakistan setelah Provinsi Balochistan.
KJRI Karachi bersama KBRI Islamabad akan melakukan penggalangan dan penyampaian bantuan resmi dari Pemerintah Indonesia kepada Pakistan yang rencananya akan disampaikan dalam waktu dekat.
