Runtuhnya Atap Kelas SMAN 7 Mataram, NTB: Siswa Sampai Trauma

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambur pada Selasa (19/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambur pada Selasa (19/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Atap dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk saat jam istirahat siang pada Selasa (19/5). Peristiwa tersebut membuat suasana sekolah panik, bahkan empat siswa sempat terjebak di bawah reruntuhan material bangunan sebelum berhasil dievakuasi oleh siswa dan guru.

Insiden itu menyisakan trauma bagi para siswa yang menyaksikan langsung reruntuhan menimpa teman mereka. Pihak sekolah menyebut bangunan yang berdiri sejak 2006 itu belum pernah direnovasi dan menggunakan genteng beton yang dinilai terlalu berat sehingga diduga membuat struktur bangunan tidak lagi kuat menopang beban.

Atap SMAN 7 Mataram NTB Ambruk, 4 Siswa Sempat Terjebak

Atap ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk saat jam istirahat siang pada Selasa (19/5). Empat siswa sempat terjebak di bawah reruntuhan material bangunan.

“Kami awalnya mengira suara itu berasal dari proyek bangunan di sebelah timur sekolah. Setelah dicek, ternyata atap ruang kelas ambruk,” kata Wakil Kepala Humas SMAN 7 Mataram, Muhalim, kepada wartawan.

Ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambur pada Selasa (19/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 7 Mataram, Muhalim, mengatakan suara keras terdengar saat salat memasuki rakaat ketiga.

Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, menyebut sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda kerusakan serius maupun cuaca ekstrem yang mengindikasikan bangunan akan roboh.

“Pagi tadi saat jam pertama saya sempat berkeliling memantau kondisi sekolah. Plafonnya terlihat normal dan tidak ada hal mencurigakan. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti truk membongkar batu,” ujarnya.

Kesaksian Siswa SMAN 7 Mataram saat Atap Kelas Ambruk: Semua Panik dan Nangis

Siswa kelas XI B SMAN 7 Mataram, Natzira, menceritakan saat atap ruang kelasnya ambruk pada Selasa (19/5) siang. Ia bersama siswa lain panik dan berhamburan keluar dari bangunan yang sudah berusia 20 tahun itu.

“Semua panik. Ada yang nangis juga karena takut. Kita berlari dan guru-guru langsung datang membantu,” kata Natzira di SMAN 7 Mataram, Kamis (21/5).

Ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambur pada Selasa (19/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Natzira menyebut ada empat siswa yang terjebak di dalam bangunan tersebut. Mereka kemudian dibantu oleh siswa lain.

Ia mengaku trauma setelah insiden itu. Para siswa pun takut belajar di dalam ruang kelas.

"Tentu karena waktu kejadian kita melihat teman kita sendiri tertimpa reruntuhan, terus melihat langsung kejadiannya, jadi kita trauma melihat bangunan yang roboh," tuturnya.

Siswa SMAN 7 Mataram NTB Alami Trauma Usai Ruang Kelasnya Ambruk

Ambruknya atap dua ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyisakan trauma bagi para siswa. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (19/5) siang itu membuat siswa takut beraktivitas di dalam ruang kelas.

Suasana gedung SMAN 7 Mataram, NTB, yang ambruk. Foto: Dok. kumparan

"Tentu (khawatir), karena waktu kejadian kita melihat teman kita sendiri tertimpa reruntuhan. Terus melihat langsung kejadiannya, jadi kita trauma melihat bangunan yang roboh," kata Siswi kelas XI B, Natzira di SMAN 7 Mataram, Kamis (21/5).

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 7 Mataram, Muhalim, bangunan sekolah itu sudah lama tidak direnovasi. Sekolah tersebut berdiri atas swadaya masyarakat pada 2006.

“Ini kan bangunan dari tahun 2006, dari sumbangan komite dan wali siswa waktu itu. Karena dulu sistem tersebut boleh diterapkan, jadi mungkin karena terlalu lama, sekitar 20 tahun, dan gentengnya menggunakan genteng beton sehingga berat, bangunan tidak kuat dan akhirnya ambruk," bebernya.