Rusia Balas Dendam, Usir 60 Diplomat Amerika Serikat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lapangan Merah Moskow (Foto: Rachmadin Ismail/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapangan Merah Moskow (Foto: Rachmadin Ismail/kumparan)

Pemerintah Rusia tidak tinggal diam atas pengusiran para diplomat mereka dari negara-negara Barat. Rusia membalas dendam, mengusir para diplomat negara-negara tersebut dengan jumlah yang sama.

Diberitakan Reuters, Rusia pada Kamis (30/3) mengusir 60 diplomat asal Amerika Serikat. Ini jumlah yang sama dengan diplomat Rusia yang diusir pemerintah Washington pada pekan ini.

Aksi saling usir diplomat ini menandai ketegangan terparah antara Rusia dan Barat sejak Perang Dingin. Pengusiran dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap pemerintah London yang murka karena bekas agen intelijen Rusia Sergei Skripal diracuni di Inggris.

Tidak hanya mengusir diplomat AS, Rusia juga menutup konsulat AS di St Petersburg. Ini juga aksi balasan yang sama atas penutupan Konsulat Rusia di Seattle, AS.

Informasi pengusiran dan penutupan Konsulat ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov kepada Duta Besar AS untuk Moskow Jon Hunstman yang dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Rusia.

Tidak hanya AS, diplomat-diplomat Barat lainnya juga akan diusir dari Rusia dengan jumlah yang setara. Masing-masing akan ada empat diplomat Prancis, Jerman, dan Polandia yang diusir, Ukraina ada 13 diplomat, dan Denmark, Albania, dan Spanyol sebanyak dua orang.

"Untuk negara-negara lainnya, semuanya akan diperlakukan setara dalam hal jumlah misi diplomatik yang akan meninggalkan Rusia, untuk sekarang hanya itu," kata Lavrov.

Rusia sebelumnya telah membantah terlibat upaya pembunuhan Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di kota Salisbury, Inggris, awal Maret lalu. Penyelidikan menunjukkan keduanya diracuni dengan novichok, agen syaraf berbahaya yang dikembangkan Uni Soviet.

Total ada 130 diplomat Rusia yang diusir dari berbagai negara-negara sekutu Inggris dan Barat. AS mengaku tidak kaget dengan pengusiran balasan yang dilakukan Rusia. Sebelumnya, Rusia telah mengusir 23 diplomat Inggris.

"Respons Rusia bukannya tidak diantisipasi dan Amerika Serikat akan menghadapinya," kata pernyataan Gedung Putih.