Rusia dan Ukraina di Ambang Perang, 100 Ribu Tentara Siaga di Perbatasan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang perwira polisi militer Rusia berdiri di dekat bangunan yang rusak di Deraa al Balaad, Suriah, Kamis (9/9). Foto: Yamam al Shaar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perwira polisi militer Rusia berdiri di dekat bangunan yang rusak di Deraa al Balaad, Suriah, Kamis (9/9). Foto: Yamam al Shaar/REUTERS

Rusia dan Ukraina di ambang perang. Sinyal ini diperkuat dengan jumlah tentara Rusia yang disiagakan di perbatasan Ukraina mencapai 100 ribu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, ada 100.000 tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari negara Barat, militer Rusia belakangan ini bergerak aktif menuju Ukraina.

"Saya berharap seluruh dunia sekarang dapat melihat dengan jelas siapa yang benar-benar menginginkan perdamaian dan siapa yang memusatkan hampir 100.000 tentara di perbatasan kita," kata Zelenskiy dikutip dari Reuters, Minggu (14/11).

kumparan post embed

Jumlah tentara Rusia di perbatasan Ukraina meningkat tajam sejak 3 November. Berdasarkan informasi Kementerian Pertahanan Ukraina, kala itu jumlah tentara Rusia di perbatasan hanya sekitar 90 ribu.

Masifnya pergerakan tentara Rusia ke perbatasan Ukraina memicu kekhawatiran akan kemungkinan serangan.

NATO sudah meminta Moskow untuk tidak memicu ketegangan dengan Ukraina. Namun Rusia tidak mengindahkan saran tersebut.

Sejak pertengahan 2010, hubungan Ukraina dan Rusia memanas. Penyebabnya adalah Rusia mencaplok Semenanjung Crimea yang merupakan kedaulatan Ukraina.

Hubungan makin memanas setelah Rusia diduga membantu separatis di timur Ukraina.