Rusia dan Ukraina Mulai Perundingan Damai di Turki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara kepada negosiator Rusia dan Ukraina sebelum pembicaraan tatap muka mereka di Istanbul, Turki, Selasa (29/3/2022). Foto: Layanan Pers Kepresidenan Ukraina/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara kepada negosiator Rusia dan Ukraina sebelum pembicaraan tatap muka mereka di Istanbul, Turki, Selasa (29/3/2022). Foto: Layanan Pers Kepresidenan Ukraina/Handout via REUTERS

Perundingan damai Rusia dan Ukraina berlangsung di Istanbul pada Selasa (29/3/2022). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berharap banyak pada pertemuan tersebut.

Salah satu yang paling diinginkan Erdogan ialah hasil pertemuan di Istanbul dapat menuntun pada pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia meyakini jika Zelensky dan Putin berhasil berunding maka langkah konkret demi mewujudkan perdamaian kedua negara bisa terwujud.

"Proses negosiasi, yang telah kalian lakukan di bawah perintah para pemimpin Anda, telah meningkatkan harapan untuk perdamaian," ujar Erdogan seperti dikutip dari Reuters.

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara kepada negosiator Rusia dan Ukraina sebelum pembicaraan tatap muka mereka di Istanbul, Turki, Selasa (29/3/2022). Foto: Layanan Pers Kepresidenan Ukraina/Handout via REUTERS

Oleh sebab itu, di depan delegasi Ukraina dan Rusia Erdogan meminta agar gencatan senjata terbaru bisa segera terwujud.

"Ini tergantung dari masing-masing pihak untuk menghentikan tragedi ini," tutur dia.

"Mencapai gencatan senjata dan perdamaian secepat dan sebisa mungkin akan menguntungkan semua pihak. Kami pikir kami sudah masuk periode di mana hasil konkret adalah yang dibutuhkan dari perundingan," sambung dia.

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara kepada negosiator Rusia dan Ukraina sebelum pembicaraan tatap muka mereka di Istanbul, Turki, Selasa (29/3/2022). Foto: Layanan Pers Kepresidenan Ukraina/Handout via REUTERS

Sementara itu, Kedutaan Besar Ukraina di Ankara menyebut pertemuan di Istanbul akan dimulai dari perundingan antar kepala delegasi. Sesudahnya perundingan dengan delegasi akan berlangsung.

Sebelum pertemuan di Istanbul mulai Menlu Ukraina Dmytro Kuleba menyebut tujuan paling ambisius yang ingin dicapai negaranya adalah mencapai gencatan senjata secepat mungkin.

Meski demikian, seorang pejabat senior Amerika Serikat ragu Presiden Rusia Vladimir Putin dapat berkompromi demi mengakhiri perang. Sampai saat ini pun Kremlin belum berkomentar mengenai pertemuan di Istanbul.