Rusia dan Ukraina Saling Serang saat AS Mulai Upaya Lobi demi Akhiri Perang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serangan Rusia ke Kiev. Foto: Gleb Garanich/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Serangan Rusia ke Kiev. Foto: Gleb Garanich/REUTERS

Gelombang serangan rudal menghantam ibu kota Ukraina, Kiev, pada Kamis (22/10) pagi. Pada saat bersamaan, Ukraina mencoba menyerang ibu kota Rusia, Moskow, menggunakan drone.

Saling serang kedua negara pecah ketika Amerika Serikat (AS) mencoba menjadi mediator untuk mengakhiri perang antara dua negara pecahan Uni Soviet tersebut.

Menurut otoritas Kiev, serangan Rusia pada Kamis ini melukai 15 orang dan merusak infrastruktur kereta bawah tanah di Southern Bridge, dekat Sungai Dnipro. Sehari sebelumnya, serangan Rusia juga melukai enam orang.

Gedung hunian bertingkat yang mengalami kerusakan imbas serangan drone Ukraina di Ramenskoye, wilayah Moskow, Rusia, Selasa (10/9/2024). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

Selain Kiev, Rusia menargetkan serangan ke kawasan Kharkiv. Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengungkapkan bahwa serangan di wilayahnya menewaskan seorang perempuan dan melukai empat orang lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan serangan Ukraina melukai dua orang. Dia menyebut Ukraina mengirimkan 630 drone ke Moskow sepanjang malam.

Tak hanya Moskow, serangan Ukraina juga menyasar Kota Lipetsk, yang berada sekitar 400 km di selatan ibu kota Rusia. Serangan itu melukai seorang warga yang apartemennya dihantam drone Ukraina. Hal tersebut dilaporkan Gubernur Lipetsk, Igor Artamonov.

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat dewan koordinasi untuk memastikan kebutuhan Angkatan Bersenjata Rusia, melalui tautan video di Moskow, Rusia 25 Oktober 2022. Foto: Sputnik/Alexei Babushkin/Kremlin melalui REUTERS

Konflik bersenjata kedua negara pecah sejak 2022 ketika Rusia berupaya menginvasi Ukraina. Akibatnya, Rusia dan Ukraina hingga kini terjebak dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pekan ini, AS mengusulkan pembicaraan tiga pihak yang melibatkan Washington sebagai mediator serta Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik upaya tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat mengunjungi Pulau Ular (Zmiinyi) di Laut Hitam, yang direbut kembali oleh Angkatan Bersenjata Ukraina setahun yang lalu, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Odesa, Ukraina, Sabtu (8/7/2023). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Senada dengan itu, Kremlin memastikan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat melanjutkan negosiasi damai dengan Ukraina melalui perantaraan AS. Mereka berharap negosiasi damai bisa dimulai paling cepat bulan depan.

Pekan ini, utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff juga menggelar pembicaraan terpisah dengan Zelensky dan Putin untuk membahas upaya mengakhiri perang.