Rusia Jerat Tokoh Oposisi Pengkritik Putin soal Berita Palsu Serangan di Ukraina

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jurnalis dan aktivis Rusia Vladimir Kara-Murza menghadiri konferensi Memorial kelompok hak asasi terkemuka Rusia di Moskow pada 27 Oktober 2021. Foto: Alexander NEMENOV/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Jurnalis dan aktivis Rusia Vladimir Kara-Murza menghadiri konferensi Memorial kelompok hak asasi terkemuka Rusia di Moskow pada 27 Oktober 2021. Foto: Alexander NEMENOV/AFP

Rusia telah membuka kasus pidana yang menjerat seorang aktivis oposisi terkemuka, Vladimir Kara-Murza, yang kerap mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia dicurigai menyebarkan informasi palsu tentang kampanye militer Rusia di Ukraina.

Kara-Murza ditahan di luar rumahnya di Moskow pada 11 April, beberapa jam setelah CNN menayangkan wawancara saat dia mengkritik tindakan Rusia atas serangan di Ukraina.

Pengacara Kara-Murza, Vadim Prokhorov, mengatakan, kliennya kemudian dijatuhi hukuman 15 hari penjara karena tidak mematuhi perintah polisi setelah ditahan.

Kantor berita non-pemerintah Rusia, Interfax, melaporkan pengadilan Moskow pada Jumat (22/4) mengumumkan bahwa Kara-Murza akan tetap ditahan hingga 12 Juni atas permintaan penyelidik yang menangani kasus tersebut.

Anggota layanan pasukan pro-Rusia berdiri di samping bus yang diatur untuk mengevakuasi warga sipil dari kota selama konflik Ukraina-Rusia di pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Rabu (20/4/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Kara-Murza belum didakwa secara resmi dan Prokhorov menyangkal kliennya melanggar hukum.

"Vladimir Kara-Murza sekarang berada di departemen investigasi utama Komite Investigasi Rusia. Sebuah kasus kriminal telah dibuka... untuk 'penyebaran publik atas informasi palsu yang sengaja dibuat tentang angkatan bersenjata Rusia," jelas Prokhorov di akun Facebook pribadinya dikutip dari Reuters, namun ia tidak mengatakan kapan tepatnya kasus itu dibuka.

Secara terpisah, Kementerian Kehakiman Rusia telah menambahkan Kara-Murza ke daftar "agen asing", yang berarti ia tunduk pada persyaratan pelaporan keuangan yang ketat dan harus mengawali apa pun yang ia terbitkan dengan penafian. Kementerian mendaftarkannya sebagai agen Ukraina.

Jurnalis dan aktivis Rusia Vladimir Kara-Murza menghadiri konferensi Memorial kelompok hak asasi terkemuka Rusia di Moskow pada 27 Oktober 2021. Foto: Alexander NEMENOV/AFP

Komite Investigasi, badan negara yang menyelidiki kejahatan besar, tidak segera merespons soal kasus ini.

Parlemen Rusia bulan lalu mengesahkan undang-undang yang memberikan hukuman penjara hingga 15 tahun bagi mereka yang dihukum karena sengaja menyebarkan berita palsu tentang apa yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.

Para pejabat Rusia mengatakan undang-undang baru itu diperlukan untuk melindungi militernya dan memerangi informasi yang salah tentang kampanye militer di Ukraina.

Sosok Vladimir Kara-Murza

Jurnalis dan aktivis Rusia Vladimir Kara-Murza menghadiri konferensi Memorial kelompok hak asasi terkemuka Rusia di Moskow pada 27 Oktober 2021. Foto: Alexander NEMENOV/AFP

Kara-Murza selama ini memang dikenal sebagai kritikus yang kerap menentang kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin. Akibat terlalu kritis, Kara-Murza, pernah dua kali menjadi korban pemberian racun.

Pada 2 Februari 2017 silam, ia dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala keracunan. Pada Mei 2015, Kara-Murza hampir meninggal dunia setelah mengalami gagal ginjal yang diakibatkan keracunan.

Kara-Murza adalah seorang jurnalis yang menjadi koordinator organisasi non-pemerintahan, Open Rusia. Pria 35 tahun ini juga merupakan juru bicara kelompok oposisi politik terhadap Rusia di Amerika Serikat (AS). Ia juga dekat dengan politisi Partai Demokrat di AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dewan pengawas platform Russia-Land of Opportunity di Catherine's Hall of the Kremlin di Moskow, Rusia, Rabu (20/4/2022). Foto: Mikhail TERESHCHENKO/Sputnik/AFP

Sementara, Open Rusia adalah organisasi yang mempromosikan gerakan masyarakat sipil dan demokrasi di Rusia, dan dianggap menggoyang rezim Putin.

Diluncurkan pada 2014, Open Rusia memberikan pendidikan terhadap warga Rusia soal demokrasi Barat, dan menjadi penghubung aktivis pro-demokrasi Rusia dengan tokoh-tokoh politik AS.