Rusia Kembali Campuri Pemilu AS, Facebook Siapkan Langkah Antisipasi

22 Oktober 2019 17:17 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
CEO Facebook Mark Zuckerberg Foto: Reuters/Carlos Jasso
zoom-in-whitePerbesar
CEO Facebook Mark Zuckerberg Foto: Reuters/Carlos Jasso
ADVERTISEMENT
Rusia dilaporkan akan kembali mencampuri pemilu Amerika Serikat melalui media sosial. Untuk mengantisipasi hal ini terjadi lagi, Facebook telah melakukan pengetatan penyebaran informasi.
ADVERTISEMENT
Pada Senin (21/10), Facebook mengumumkan telah menghapus beberapa jaringan akun milik Rusia di Instagram. Akun-akun tersebut mengincar para pemilih Amerika Serikat jelang pemilu presiden 2020.
Sebelumnya pada pilpres AS 2016, Rusia dituduh menggunakan media sosial untuk menggiring opini masyarakat untuk memenangkan Donald Trump. Akun-akun palsu tersebut juga dibuat untuk mengadu domba antar pendukung presiden di AS.
Rusia telah membantah tuduhan itu. Presiden Trump juga membantah mendapat bantuan Rusia untuk memenangi pilpres.
Ilustrasi Facebook Foto: Reuters/Valentin Flauraud
Facebook mengatakan akan meningkatkan transparansi untuk mencegah manipulasi opini oleh Rusia. Nantinya, Facebook akan menunjukkan informasi siapa pemilik sebuah page yang terkonfirmasi.
Selain itu, seluruh informasi meragukan di Facebook akan diperiksa oleh fact-checker independen. Jika informasi itu palsu, maka Facebook akan melabelinya sebagai disinformasi atau hoaks.
ADVERTISEMENT
Facebook juga akan melabeli media-media milik pemerintah negara di situs mereka. Hal ini dimaksudkan agar pengguna Facebook tahu siapa yang memberikan mereka informasi.
Para anggota legislatif dan calon presiden akan dilindungi akunnya dalam program Facebook Protect. Melalui program ini, pemilik akun harus melakukan proses autentifikasi dua-arah untuk masuk dan akun mereka akan dimonitor untuk mencegah peretasan.
Ilustrasi Facebook di Amerika Serikat. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Para capres AS juga tidak bisa sembarangan sekarang. Facebook akan memantau dan mengumumkan ongkos yang mereka keluarkan untuk membeli iklan politik.
"Pemilu telah berubah dengan signifikan sejak 2016 dan Facebook telah berubah juga," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg.
"Kami menghadapi peningkatan serangan canggih dari negara-negara seperti Rusia, Iran, dan China, tapi kami yakin kami sudah lebih siap," lanjut dia.
ADVERTISEMENT