Rusia Pastikan Siap Bertempur Lawan Barat di Medan Perang Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Rusia Sergei Lavrov berjalan menuju ruang KTT ke-18 Asia Timur di Jakarta, Kamis (7/9/2023). Foto: Media Center KTT ASEAN 2023/Zabur Karuru
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Rusia Sergei Lavrov berjalan menuju ruang KTT ke-18 Asia Timur di Jakarta, Kamis (7/9/2023). Foto: Media Center KTT ASEAN 2023/Zabur Karuru

Perselisihan antara Rusia dan Barat akibat perang Ukraina semakin meruncing. Menlu Rusia Sergei Lavrov bahkan memastikan negaranya siap jika Barat ikut bertempur di Ukraina.

"Itu hak mereka, jika mereka ingin berada di medan pertempuran, maka ini akan terjadi di medan perang," ucap Lavrov seperti dikutip dari Reuters.

Rusia belakangan ini meningkatkan kewaspadaan atas potensi ikutnya Barat dalam pertempuran di Ukraina.

Kewaspadaan muncul terkait komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia menyebut, pasukan Barat yang tergabung dalam NATO bisa saja dikirim ke Ukraina untuk melawan Rusia suatu saat.

Pekan lalu Kremlin menyebut komentar Macron sangat berbahaya. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menyebut tindakan Barat bisa memicu Perang Dunia III.

Sementara itu, komentar Lavrov mengenai kesiapan Rusia konfrontasi melawan Barat disampaikan di depan parlemen pada Senin (13/5). Lavrov berada di parlemen demi meresmikan pencalonannya sebagai Menlu Rusia yang sudah dijalani selama dua dekade.

Pada kesempatan itu, Lavrov turut menyinggung rencana dialog perdamaian perang Ukraina yang akan digelar di Swiss bulan depan tapi tak mengundang Rusia. Lavrov menyebut tindakan itu sebagai ultimatum kepada Moskow.

"Anda tidak bisa berbicara seperti itu kepada siapa pun termasuk kepada kami," kata Lavrov terkait perundingan damai tanpa kehadiran Rusia.

"Konferensi tersebut seperti bertujuan menyampaikan suatu ultimatum kepada Rusia," pungkas Lavrov.