Rusia Sebut Eskalasi Konflik di Jalur Gaza Diprovokasi oleh Israel

9 Agustus 2022 15:52
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Duta besar Russia untuk PBB, Vasily Nebenzya Foto: Reuters/Lucas Jackson
zoom-in-whitePerbesar
Duta besar Russia untuk PBB, Vasily Nebenzya Foto: Reuters/Lucas Jackson
ADVERTISEMENT
Rusia menganggap serangan Angkatan Udara Israel pada Jumat (5/8) telah memprovokasi terjadinya eskalasi di sekitar Jalur Gaza yang menyebabkan serangan bom besar-besaran oleh kelompok Palestina.
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu disampaikan oleh Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, dalam sebuah sesi sidang di Dewan Keamanan PBB (UNSC) pada Senin (8/8).
Sidang membahas situasi terkini di Jalur Gaza usai terjadinya pertempuran antara Israel dan Gerakan Jihad Islam (PIJ) pada Sabtu (6/8).
“Degradasi situasi yang cepat di zona konflik yang menyebabkan terjadinya konfrontasi bersenjata dan menelan banyak korban menimbulkan keprihatinan kami yang mendalam,” ungkap Nebenzya, seperti dikutip dari TASS.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, hingga Selasa (9/8), tercatat sejumlah 44 orang tewas dan sedikitnya 310 orang luka-luka imbas dari peristiwa nahas tersebut. 15 di antara korban jiwa terdiri dari anak-anak.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kerusakan permukiman warga  di Jabalia, Jalur Gaza, Minggu (7/8/2022). Foto: Mahmud Hams/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kerusakan permukiman warga di Jabalia, Jalur Gaza, Minggu (7/8/2022). Foto: Mahmud Hams/AFP
“Eskalasi lain disebabkan oleh serangan angkatan udara Israel di Jalur Gaza pada tanggal 5 Agustus sebagai tanggapan terhadap kelompok-kelompok Palestina yang memulai pengeboman massal tanpa pandang bulu terhadap Israel,” jelas Nebenzya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, ia mendesak agar semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mengendalikan diri dengan sepenuhnya agar dapat mematuhi norma-norma hukum humaniter internasional serta guna mencegah terjadinya eskalasi baru.
Konflik di Jalur Gaza pecah pada Jumat (5/8) ketika Israel memulai operasi Breaking Dawn melawan PIJ dan menargetkan komandan tinggi PIJ, Taysir al-Jabari alias Abu Mahmoud.
Menanggapi serangan Israel, pihak PIJ menyebut aksi Israel sebagai deklarasi perang. Mereka kemudian melakukan serangan balasan dengan menembakkan 1.100 roket ke wilayah Israel selama 56 jam saat operasi berlangsung.
Pertempuran semakin sengit ketika angkatan militer Israel meluncurkan serangan udara dan menghantam 170 target militer milik PIJ.
Buntut dari konflik tersebut adalah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. Kesepakatan disetujui oleh pihak Israel dan PIJ dan mulai berlaku sejak Minggu (7/8). Israel berhak menggunakan kekuatan jika perjanjian gencatan senjata dilanggar.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020